Brio Satya Diekspor ke Vietnam dan Filipina Mulai Bulan Depan

ray, CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 23:54 WIB
Brio Satya Diekspor ke Vietnam dan Filipina Mulai Bulan Depan Honda Brio generasi terbaru. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Bogor, CNN Indonesia -- Honda Prospect Motor (HPM) akan mengekspor Brio generasi terbaru buatan Indonesia ke Filipina dan Vietnam mulai April 2019. Seremoni ekspor bakal berlangsung pada 26 Maret berbarengan dengan perayaan 20 tahun usia HPM di Indonesia.

"Ekspor perdana itu April tapi simbolis 26 Maret. Baru setelah itu ekspor bertahap," kata Marketing & After Sales Service Director Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy di Sentul, Jawa Barat, Rabu (20/3).

Menurut Jonfis, dua varian untuk memenuhi pasar luar negeri, yaitu RS dan Satya. Dijelaskan Jonfis nama Satya akan dihilangkan dan diganti dengan julukan lain, sebab titel 'Satya' cuma untuk pasar otomotif dalam negeri mengikuti ketentuan regulasi mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC)).


Mobil-mobil yang diproduksi di Indonesia dan dikirim ke luar negeri dipastikan tidak berubah spesifikasi.

"Spek LCGC juga sama saja tidak berubah. Tapi penyesuaian hanya Honda RnD yang tahu. Mungkin untuk fitur lain mereka boleh pilih atau enggak. Tapi basic mirip-mirip," kata Jonfis.

Disampaikan Jonfis, dua negara, yaitu Filipina dan Vietnam yang menjadi negara tujuan ekspor karena memiliki kesamaan karakter konsumen dengan Indonesia. Jonfis menuturkan bahwa sejak diluncurkan pada Agustus 2018 Brio mendapat animo cukup besar dari konsumen di kedua negara tersebut.

Penjualan Brio diklaim terus meningkat terutama pada dua bulan pertama 2019. Untuk periode Januari dan Februari diketahui penjualan Brio mencapai 12.477 unit. Sedangkan varian Satya berhasil memimpin pasar 'mobil murah' dengan angka penjualan sebanyak 9.486 unit.

"Karena mobil kecil ini Vietnam, Filipina, Indonesia suka. Kami juga bisa ekspor CBU karena setelah diluncurkan sukses," ungkapnya.

Belum Ada Rencana Ekspor ke Australia

Untuk saat ini Jonfis mengatakan bahwa hanya Brio diproduksi lokal yang akan diekspor. Tidak ada model lain yang dipersiapkan secara utuh atau completely build up (CBU) untuk memenuhi pasar otomotif luar negeri.

Ia juga menyatakan bahwa HPM belum ada niat mengikuti jejak Honda Thailand yang lebih dahulu mengekspor kendaraan ke pasar Australia. Kondisi itu untuk menghindari 'konflik' antara Honda Indonesia dan Honda Thailand.

"Australia juga ketat ya banyak peraturan ini itu. Jadi selain sudah ada dari (Honda) Thailand, belum ada juga market Brio di sana," kata Jonfis. (ryh/mik)