Kenali Dua Hiu Air Tawar yang Ada di Papua

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 07:12 WIB
Kenali Dua Hiu Air Tawar yang Ada di Papua IUlustrasi (Istockphoto/rmbarricarte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Papua memiliki dua spesies hiu tawar, hiu Glyphis dan Pari Gergaji. Hal ini diungkap oleh staff peneliti Oseanografi LIPI, Selvia Oktaviyani menanggapi fenomena penemuan hiu pascabanjir bandang di Sentani, Papua.

"Pari Gergaji itu sangat mudah dibedakan dari jenis pari lainnya, karena bentuk mulut yang jadi ciri utamanya," papar Selvia, ketika dihubungi melalui Whatsapp hari Rabu (20/3).

Beberapa waktu lalu warga dihebohkan dengan temuan hiu setelah banjir menerjang Sentani, Papua. Menanggapi temuan itu, peneliti senior Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto berpendapat bahwa hiu ini berasal dari Danau Sentani, dan merupakan spesies hiu yang beradaptasi untuk hidup di wilayah air tawar.

Selvia sendiri menyebut memang ada spesies hiu yang memang bisa hidup baik di air tawar, payau, dan asin, seperti hiu Banteng di Australia.


"Ada beberapa jenis hiu yang sifatnya euryhaline, artinya memiliki toleransi terhadap perubahan salinitas yang tinggi, dengan kata lain, bisa hidup di air tawar, payau, atau air laut," kata Selvia.

Lebih lanjut, Hari menyebut kalau hiu-hiu itu awalnya adalah hiu laut. Namun, mereka terjebak di Danau Sentani akibat peristiwa alam yang memisahkan danau itu dari laut. Menanggapi pendapat ini, Selvia enggan berkomentar.

"Untuk sejarahnya sendiri saya kurang paham mas, saya tidak bisa berkomentar mengenai hal tersebut. Sebetulnya jika ingin lebih yakin mengenai kemungkinan tersebut harus ada penelitian lebih dulu," tuturnya.

Pari Gergaji

Pari Gergaji adalah ikan pari yang masih memiliki kekerabatan dengan hiu. Hewan ini disebut sebagai elasmobranchii yang merupakan sub-kelas dari pohon keluarga ikan kartilaginus (memiliki tulang rawan). Dimana hiu (Selachii) dan Pari (Batoidea) adalah anggota kelasnya, Pari Gergaji sendiri masuk dalam superorder Batoidea, yang berarti ia masih satu keluarga dengan ikan jenis-jenis Pari lain.

Pari Gergaji sering disamakan dengan Hiu Gergaji oleh masyarakat, karena bentuk fisiknya yang menyerupai ikan hiu. Perbedaan dapat dilihat pada celah insangnya. Hiu memiliki celah insang di sisi kiri dan kanan kepala, sementara ikan pari memiliki celah insang di bagian bawah moncongnya.

Seperti namanya, Pari Gergaji memiliki keunikan dimana moncongnya memiliki sebarisan gigi-gigi tajam yang berfungsi sebagai alat perlindungan diri, dan sensor untuk berburu.

'Gigi' tersebut sesungguhnya ada kulit modifikasi yang keras dan runcing, sehingga menyerupai gergaji. Pari Gergaji sering terlihat di kedalaman dangkal, dan makanannya berupa ikan-ikan kecil, serta krustasea, seperti kepiting, lobster, dan udang. Salah satu spesies Pari Gergaji adalah Pristis microdon yang ditemukan di Danau Sentani.

Glyphis

Glyphis, atau Hiu Sungai, merupakan salah satu genus dalam pohon keluarga hiu yang terdiri dari tiga spesies hiu yang lazim ditemukan di perairan air tawar, dengan pengecualian spesies Speartooth Shark yang juga ditemukan di pesisir pantai.

Genus ini terdiri dari tiga jenis spesies hiu: Glyphis gangeticus, hiu penghuni sungai gangga, Glyphis garricki, atau Northen River Shark yang ditemukan di Papua Nugini, dan daerah selatan Australia, serta Glyphis glyphis, atau Speartooth Shark yang terlihat dari Australia hingga Papua.

Hiu Sungai merupakan spesies langka yang terancam punah karena aktivitas manusia, seperti polusi, pemancingan, dan pembangunan rumah. (lea/eks)