Komponen paling krusial pada kendaraan listrik, baterai lithium-ion, ternyata diklaim organisasi non-pemerintah (Non-Governmental Organization/NGO) itu berkaitan dengan pelanggaran HAM termasuk mempekerjakan anak kecil.
Organisasi yang berbasis di London itu mengungkap, ekstraksi mineral yang digunakan di baterai lithium-ion, cobalt, berhubungan dengan pelanggaran HAM di Democratic Republic of Congo (DRC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di DRC, Amnesty International juga kini sedang mencari pelanggaran HAM pada warga yang tinggal dekat tambang lithium di Argentina. Proyek pertambangan ini dikatakan banyak dilakukan di tanah masyarakat pedalaman tanpa persetujuan dan informasi lengkap tentang dampak buruk pada sumber air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Amnesty International mengindikasikan ada upaya menambang mineral seperti cobalt, manganese, dan lithium, di bawah laut. Hal itu disebut ancaman serius pada lingkungan.
Terakhir Amnesty International menginginkan masalah pembuangan baterai ditanggapi serius. Menurut mereka bukti menunjukkan limbah baterai dari barang elektronik telah dibuang tanpa tanggung jawab ke tanah, air, dan udara. (and/fea)