Amnesty International Ungkap 'Dosa' Kendaraan Listrik

and, CNN Indonesia | Minggu, 24/03/2019 15:55 WIB
Amnesty International Ungkap 'Dosa' Kendaraan Listrik Ilustrasi pengecasan mobil listrik. (Foto: AFP PHOTO / ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemahaman umum soal kendaraan listrik yaitu ramah lingkungan, itu sebabnya produksi otomotif global berani menanamkan investasi sangat besar untuk pengembangannya. Walau begitu menurut kacamata organisasi pembela Hak Asasi Manusia, Amnesty International, kendaraan listrik tidak sepenuhnya 'bersih'.

Komponen paling krusial pada kendaraan listrik, baterai lithium-ion, ternyata diklaim organisasi non-pemerintah (Non-Governmental Organization/NGO) itu berkaitan dengan pelanggaran HAM termasuk mempekerjakan anak kecil.

Organisasi yang berbasis di London itu mengungkap, ekstraksi mineral yang digunakan di baterai lithium-ion, cobalt, berhubungan dengan pelanggaran HAM di Democratic Republic of Congo (DRC).


DRC dikatakan negara yang punya lebih dari setengah cadangan cobalt di seluruh dunia. Hasil investigasi pada 2016 menemukan anak kecil dan orang dewasa bekerja di selatan DRC sebagai penambang cobalt dengan tangan yang berisiko pada kesehatan.

Selain di DRC, Amnesty International juga kini sedang mencari pelanggaran HAM pada warga yang tinggal dekat tambang lithium di Argentina. Proyek pertambangan ini dikatakan banyak dilakukan di tanah masyarakat pedalaman tanpa persetujuan dan informasi lengkap tentang dampak buruk pada sumber air.

"Dengan permintaan baterai yang besar, sekarang saatnya untuk perubahan drastis pada sumber energi kita yang memprioritaskan perlindungan HAM dan lingkungan," kata Kumi Naidoo, Sekretaris Jendral Amnesty International.

Masalah lain yang juga dikemukakan yaitu proses manufaktur baterai yang saat ini terkonsentrasi di China, Korea Selatan, dan Jepang. Di ketiga negara itu disebut sebagian besar listrik dihasilkan dari batu bara dan sumber polutan lainnya.

Selain itu Amnesty International mengindikasikan ada upaya menambang mineral seperti cobalt, manganese, dan lithium, di bawah laut. Hal itu disebut ancaman serius pada lingkungan.

Terakhir Amnesty International menginginkan masalah pembuangan baterai ditanggapi serius. Menurut mereka bukti menunjukkan limbah baterai dari barang elektronik telah dibuang tanpa tanggung jawab ke tanah, air, dan udara. (and/fea)