Edukasi & Fitur

Kelebihan dan Kekurangan Pelek 'Aftermarket'

ray, CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 23:50 WIB
Kelebihan dan Kekurangan Pelek 'Aftermarket' Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/Vasyl Dolmatov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemilik kendaraan cukup banyak yang rela menggusur pelek mobil bawaan pabrik dan menggantinya dengan lingkar roda aftermarket yang dijual bebas di pasaran guna meningkatkan penampilan tunggangan.

Menggunakan pelek non-OEM (Original Equipment Manufacturer) harus pikir dua kali sebab bingkai roda tidak semuanya melewati proses pengujian yang sesuai dengan mobil keluaran pabrik.

Ada beberapa poin yang harus kita simak saat memutuskan untuk menggunakan pelek aftermarket.


Kekurangan

1. Efisiensi BBM Menurun

Tidak jarang pemilik kendaraan mencari ukuran pelek dengan diameter lebih besar. Namun itu faktanya malah membuat bahan bakar kendaraan lebih boros karena mesin harus bekerja ekstra menggerakkan roda-roda.

Jadi, jika ingin bahan bakar lebih hemat sangat disarankan menyamakan ukuran pelek bawaan pabrik.

2. Kenyamanan Berkurang

Pemilik mobil kerap menaikkan ukuran peleknya, pratis ukuran ban berubah sesuai pilihan bisa lebih tebal atau tipis.

Namun, yang perlu diketahui fungsi ban sebagai peredam. Sehingga, mengganti ukuran pelek lebih besar dan ban tipis akan mengurangi kenyamanan berkendara. Oleh sebab itu sebaiknya menggunakan pelek aftermarket menyesuaikan ukuran mobil bawaan pabrik.

Kelebihan

1. Mobil Lebih Stabil

Penggunaan pelek aftermarket juga punya kelebihan, paling utama menambah 'kegantengan' mobil. Selain itu pelek ukuran besar dan lebar meningkatkan kenyamanan berkendara, salah satu contoh saat melintasi jalan bergelombang atau tidak rata.

2. Traksi Ban Lebih Baik

Pelek lebih besar dan lebar membuat performa pengereman meningkat. Sebab, traksi ban dengan dimensi lebih luas akan lebih baik, dan memperpendek jarak pengereman. (ryh/mik)