Soal Taksi Listrik, Blue Bird Tunggu Regulasi Terbit

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 14:24 WIB
Soal Taksi Listrik, Blue Bird Tunggu Regulasi Terbit Ilustrasi logo taksi Blue Bird. (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan taksi Blue Bird belakangan lagi jadi bahan perbincangan terkait beredarnya informasi soal armada baru berupa mobil listrik berlogo Blue Bird dengan tulisan 'e-taksi'.
Upaya elektrifikasi yang kemungkinan perdana di bisnis taksi itu tidak dibantah pihak Blue Bird.

Direktur Marketing Blue Bird Amelia Nasution mengatakan semua hal inovasi bisnis di masa depan bisa saja terjadi. Blue Bird dikatakan punya visi menggunakan energi lebih efisien.

"Bluebird selalu terbuka akan kesempatan dalam menghadirkan inovasi dan terobosan baru dalam masing-masing layanan dan produk, dengan tujuan utama yaitu meningkatkan kualitas dan kenyamanan, serta memberikan nilai tambah bagi konsumen dan masyarakat luas," kata Amelia saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (2/4).




Menurut Amelia, saat ini pihaknya tidak bisa terburu-buru merealisasikan taksi listrik di dalam negeri. Operasionalnya disebut bisa dilakukan bila regulasi menyangkut kendaraan ramah lingkungan yang sedang disiapkan pemerintah terbit.

"Bluebird sebagai perusahaan yang taat hukum akan menunggu peraturan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah, di mana saat ini Peraturan Presiden (Perpres) untuk kendaraan berbahan bakar listrik masih dalam tahap penyelesaian terakhir sebelum diterbitkan oleh Kementerian terkait," ungkap dia.

Amelia belum mau membeberkan informasi lebih rinci tentang taksi listrik. Sebelumnya sudah beredar rumors bahwa taksi listrik Blue Bird berbasis MPV asal China merek BYD.

Mobil BYD yang populer digunakan menjadi taksi adalah MPV e6. Model ini sudah digunakan menjadi taksi listrik di banyak negara, termasuk China, Kolombia, Belgia, Amerika Serikat, Belanda, dan Singapura.

Terkait Perpres akselerasi pengembangan kendaraan listrik, kemajuan pembuatannya sudah melalui banyak kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomaritim). Belum diketahui pasti kapan regulasi itu selesai, kabarnya dijanjikan rilis pada tahun ini.

[Gambas:Video CNN] (ryh/fea)