Pabrik Merek Top Otomotif di Inggris Tutup Jelang Brexit

Febri Ardani, CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 01:35 WIB
Pabrik Merek Top Otomotif di Inggris Tutup Jelang Brexit BMW Group Indonesia merayakan untuk pertama kalinya perakitan lokal mobil Mini di dalam negeri. Sama seperti lokasi perakitan BMW, produksi lokal Mini dilakukan di pabrik milik grup Astra, Gaya Motor, di Sunter, Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- BMW memutuskan menutup pabrik Mini di Inggris selama sebulan sebagai respons pada jadwal Inggris resmi keluar dari Uni Eropa atau yang lebih dikenal dengan Brexit. Rencana penutupan yang akan dimulai pada Senin (1/4) itu bukan dadakan, melainkan sudah direncanakan sejak enam bulan lalu.

Jadwal penutupan sudah ditetapkan sejak jauh hari agar para karyawan bisa menyesuaikan diri dan para penyuplai komponen bisa mengkondisikan volume produksi. Penutupan pabrik BMW yang dilakukan pada masa Brexit merupakan jadwal libur musim panas yang dipindahkan.

BMW lebih memilih mengecilkan risiko buat perusahaan dari apapun hasil Brexit. Pemerintah Inggris saat ini lagi dalam masa sulit menentukan jaminan substansial buat menghadapi situasi setelah Brexit terjadi.


Brexit yang seharusnya terjadi pada 29 Maret telah dinyatakan mundur setidaknya sampai 12 April.

"Ini yang telah perusahaan dan karyawan kami rencanakan pada bulan-bulan sebelumnya, dan itu sudah matang pada rencana bisnis kami," kata juru bicara BMW seperti dilansir dari Autoblog.

Bukan hanya Mini, pabrik milik BMW lainnya di Inggris yang memproduksi Rolls-Royce di Goodwood juga dinyatakan berhenti selama dua pekan. Selain itu pabrik Jaguar Land Rover dan Honda juga sudah dinyatakan bakal tutup sementara.

Dampak Brexit telah menjangkau sektor industri otomotif di Inggris. Nissan sudah memutuskan membatalkan rencana membangun pabrik SUV dan Honda telah memutuskan menutup pabrik pada 2021. (fea)