Kasus Baru, Eks Bos Nissan Ditangkap Lagi di Jepang

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 07:17 WIB
Kasus Baru, Eks Bos Nissan Ditangkap Lagi di Jepang Mantan bos Nissan Motor, Carlos Ghosn. (Etienne Laurent/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa penuntut umum di Jepang kembali menangkap mantan bos Nissan Motor, Carlos Ghosn, pada Kamis (4/4). Ini adalah penangkapan yang keempat karena dia diduga terlibat dalam kasus baru.

Seperti dilansir Reuters, delik yang digunakan jaksa di Jepang untuk kembali menyeret Ghosn ke tahanan adalah perkara dugaan manipulasi. Dia disebut mengetahui tetapi menutupi soal aliran dana dalam jumlah yang janggal terhadap sebuah distributor kendaraan Nissan di Oman.
Menurut laporan kantor berita NHK, jaksa penuntut umum Jepang mendatangi rumah Ghosn di Tokyo dengan sejumlah kendaraan. Mereka kemudian pergi lagi dan diduga membawa Ghosn untuk diinterogasi.

Melalui kuasa hukumnya, Ghosn menyatakan tidak terima kembali ditangkap.


"Penangkapan saya pagi ini keterlaluan dan sewenang-wenang. Nissan ingin membungkam saya. Saya tidak akan kalah," demikian pernyataan Ghosn.

Kasus baru yang menjerat Ghosn ini berawal dari laporan Renault, yang merupakan mitra Nissan, kepada Kejaksaan Perancis. Mereka yang pertama kali melaporkan transaksi mencurigakan sebesar lebih dari US$30 juta (sekitar Rp426,6 miliar) kepada distributor asal Oman, Suhail Bahwan Automobiles.

[Gambas:Video CNN]

Menurut sumber di Kejaksaan Perancis, uang itu lantas dikirimkan ke sebuah perusahaan di Libanon yang dikendalikan oleh mitra Ghosn. Sampai saat ini Suhail Bahwan Automobiles belum memberikan tanggapan apapun.

Juru bicara Ghosn menyatakan uang dalam jumlah besar itu yang dikirim selama sembilan tahun adalah penghargaan karena prestasi penjualan. Mereka menyatakan Ghosn tidak memerintahkan langsung pembayaran itu dan bukan dipakai untuk membayar utang.

Penangkapan ini terjadi setelah Ghosn menyatakan melalui akun Twitter bakal buka-bukaan soal penangkapannya pada 11 April mendatang.
Sebelumnya Ghosn ditangkap karena diduga memanipulasi laporan keuangan, karena diduga dia tidak melaporkan gajinya sebesar US$82 juta, dan memasukkan kerugian pribadi ke dalam catatan keuangan Nissan ketika perusahaan itu sedang mengalami krisis. Dia bebas setelah membayar jaminan sebesar US$9 juta pada Maret lalu.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)