"Pelanggan 2G tinggal 10 persen. Penutupannya sudah dari 2018 per cluster, di 2018 kita melakukan akselerasi depresiasi untuk 2G dan itu adalah dengan melakukan shut down jaringan 2G," kata Yessie, Jakarta, Kamis (5/4).
Yessie memperkirakan jaringan 2G akan mati secara total dalam kurun dua tahun sampai tiga tahun ke depan dan penutupan jaringan 2G nantinya akan dimodernisasi ke jaringan 4G.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama XL mengatakan bahwa pihaknya telah memperluas layanan 4G ke sejumlah wilayah di Indonesia Timur.
"Sekarang di Nusa Tenggara saja kita sudah ada jaringan data di 31 kabupaten kota. Jadi jaringan 4G XL itu menjangkau sampai daerah yang terluar di Indonesia," pungkasnya.
Selain itu, XL bersiap untuk membangun sayap jaringan 5G dengan melakukan kerja sama dengan dua perusahaan telekomunikasi yaitu Ericsson dan Huawei. Pemilihan Ericsson bertujuan untuk modernisasi jaringan, sementara Huawei untuk 'transportasi jaringan' (network transport).
Anak perusahaan Axiata Group ini juga memastikan pembangunan 5G telah dilakukan sejak awal 2019, salah satunya di Jakarta dan beberapa kota besar lain di Indonesia.
Sebelumnya pada Februari lalu, XL Axiata bersama Huawei melakukan kerja sama pada pembaruan jaringan telekomunikasi dengan menggunakan fiberisasi kabel optik di gelaran Mobile World Congress 2019 di Barcelona, Spanyol. Pembaruan ini diklaim bisa memperluas jangkauan telekomunikasi untuk bisnis fixed mobile operator. (age/din/age)