Pembatasan Mobil Pribadi di Kemang Picu Kemacetan

ray, CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 16:50 WIB
Pembatasan Mobil Pribadi di Kemang Picu Kemacetan Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membatasi penggunaan kendaraan roda empat pribadi di wilayah Kemang, Jakarta Selatan untuk mengurangi kemacetan dan mempercepat revitalisasi trotoar dengan lebar tiga meter dan sepanjang 7,5 kilometer di lokasi tersebut yang diprediksi selesai akhir 2019.

Berhembus kabar ada wacana wilayah Kemang akan membatasi gerak mobil pribadi menyusul Kemang akan dijadikan wilayah ramah pejalan kaki dan pusat wisata Ibu Kota Jakarta.

Nantinya mobil pribadi yang dapat leluasa keluar masuk Kemang hanyalah warga setempat, selain itu tidak diizinkan. Pemerintah setempat akan menyediakan kantong parkir untuk warga dari luar Kemang, selanjutnya mereka disarankan menaiki transportasi umum menuju Kemang.


Menanggapi wacana itu, Pengamat Transportasi Darmaningtyas menilai bahwa usulan tersebut tidak tepat mengingat luas wilayah Kemang sangat terbatas. Ia menilai banyak pemilik kendaraan pribadi memanfaatkan lokasi Kemang sebagai jalan pintas guna untuk memangkas waktu tempuh perjalanan.

Jika wacana ini (pembatasan kendaraan di Kemang) diterapkan, Ia menilai bukan tidak mungkin menimbulkan kemacetan di daerah sekitar Kemang.

"Ya buntutnya malah kemacetan di wilayah lain," kata Darmaningtyas kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Selasa (9/4).

Selain masalah baru, menutup akses mobil pribadi bukan 'ber-KTP' Kemang dianggap hal mustahil. Sebab, dijelaskan dia Kemang saat ini sudah tumbuh sebagai pusat 'rekreasi' Ibu Kota.

Menurut Darmaningtyas, Pemprov DKI Jakarta belum punya solusi untuk menjadikan Kemang sebagai lokasi mandiri. Sebab wilayah tersebut menghubungkan satu dengan wilayah lain.

"Kalau bahasa Srimulatnya mustahal. Karena soal mobilitas warga kan di Kemang tumbuh usaha. Entah resto atau hotel. Kalau mau janjian bagaimana. Jadi saya kira agak susah," ujarnya.

Jika ingin tetap menerapkan kebijakan tersebut, ia menyarankan ada baiknya tidak hanya di wilayah Kemang. Melainkan juga kawasan lain yang punya tingkat kemacetan tinggi.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugara enggan berkomentar banyak seputar wacana pembatasan mobil pribadi di Kemang.

"Itu masih wacana baru nanti dikaji dulu," kata Hari saat dihubungi terpisah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menambahkan bahwa membatasi ruang gerak mobil pribadi di Kemang saat ini masih dalam pembahasan.

Pihaknya kini sedang mengkaji konsep manajemen dan rekayasa lalu lintas terhadap kawasan Kemang. Terkait kemungkinan mempermanenkan kebijakan pembatasan mobil pribadi, Sigit bilang itu juga masih dipelajari di internal.

"(Dipermanenkan atau tidak) saya belum bisa berikan statement karena sedang pengkajian," ucap Sigit.

Tidak Adil Buat Rakyat

Wacana membatasi mobil pribadi masuk Kemang menuai respons dari pengguna roda empat yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat ADO Christiansen FW Wagey menilai bahwa kebijakan tersebut justru membuat Kemang 'tidak merakyat', sementara Kemang dibangun menggunakan uang pajak dari masyarakat.

"Kemang jalan umum yang dibangun menggunakan uang pajak rakyat, kenapa diekslusifkan seperti itu," kata Christiansen.

Pengguna mobil lainnya Satrio juga berpendapat sama. Kebijakan tersebut dia anggap sangat merepotkan karena dalam rutinitas pekerjaannya selalu mengandalkan ruas jalan di Kemang.

"Bagaimana ya, itu aneh sih. Kalau lewat jalan lain mungkin nantinya bakal lebih macet, karena semua ingin hindari Kemang. Saya ini kan fokus ambil order di daerah selatan biasanya," kata Satrio yang berprofesi sebagai pengemudi taksi online. (ryh/mik)


ARTIKEL TERKAIT