Perusahaan seperti Tesla dan Toyota sudah menghabiskan investasi besar dan banyak waktu uji buat mewujudkan mobil otonom. Pemanfaatan teknologi otonom di kehidupan nyata sudah di depan mata dan era itu kemungkinan datang lebih cepat dari yang kita duga.
Teknologi mobil otonom merupakan sistem komputerisasi yang bisa menentukan apa yang harus dilakukan mobil, tanpa bantuan pengemudi, di lingkungan lalu lintas dengan mengandalkan berbagai macam sensor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil otonom Chrysler Pacifica Hybrid milik Waymo. (Foto: Waymo) |
Para ahli percaya teknologi yang dibutuhkan adalah 5G. Jaringan 5G dianggap punya pengaruh besar terhadap pengembangan mobil otonom sehingga lebih cepat, cerdas, dan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ambil contoh, jaringan 4G saat ini tidak cukup cepat mendukung kendaraan otonom bertindak lebih cepat seperti refleks menghindar agar mencegah kematian seperti kasus uji coba mobil otonom Uber.
Mengapa 5G Sangat Penting
Mobil otonom menggunakan ratusan sensor yang membuat kendaraan bisa membaca kondisi sekitar. Sensor-sensor ini menghasilkan data yang jauh lebih banyak daripada sebagian besar produk Internet of Things (IoT).
Menangani, memproses, dan menganalisis jumlah data itu membutuhkan jaringan yang jauh lebih cepat daripada 4G. Mobil otonom membutuhkan kemampuan memproses data hingga bisa menyamai kemampuan refleks manusia.
Dr. Joy Laskar, CTO dari Maja Systems, menuturkan, mobil otonom pada masa depan akan menghasilkan hampir dua petabit data, yang setara dengan dua juta gigabits.
"Dengan koneksi Wi-Fi canggih, akan dibutuhkan 230 hari untuk mentransfer data selama sepekan dari mobil otonom, dan itulah sebabnya kita membutuhkan teknologi dan produk pemrosesan yang jauh lebih cepat," kata Laskar.
Ini akan menghadirkan kemungkinan menarik untuk industri otomotif membuat konektivitas antar kendaraan (V2V/Vehicle to Vehicle) dan kendaraan-ke-segalanya (V2X/Vehicle to Everything).
Lebih jauh dari itu, latensi rendah 5G akan menjadikan mobil otonom lebih aman dan dapat diandalkan di lalu lintas. Hal itu memungkinkan bisa lebih aman dari mobil yang dioperasikan manusia. (fea)
