Hati-hati Sling Pembatas Jalan 'Pencabut Nyawa'

ray, CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 18:40 WIB
Hati-hati Sling Pembatas Jalan 'Pencabut Nyawa' Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/davidf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jalan Margonda, Depok mendadak menjadi sorotan pasca insiden kecelakaan yang menewaskan seorang wanita pengendara motor pada Senin (8/4). Pengendara berinisial IS tewas di tempat dengan kondisi kepala terpisah dari tubuhnya setelah menabrak sling pembatas jalan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Depok Komisaris Sutomo mengatakan saat kejadian korban hendak pulang dari tempat kerjanya di wilayah Jakarta.

IS diduga mengantuk kemudian terjatuh menghantam separator yang menjadi pemisah jalan. Diduga kuat leher IS tersangkut sling baja yang ada pada separator, sementara sepeda motornya terus melaju.


"Nabrak separator, tapi motornya masih ngegas," kata Sutomo dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (12/4) sore.

Ruas jalan di Margonda Raya diketahui terbagi dalam empat jalur. Arah Jakarta terdapat dua ruas untuk jalur cepat dan lambat, begitu juga sebaliknya. Sementara pembatas antara jalur menuju Jakarta dan sebaliknya dibuat taman selebar yang ditumbuhi pepohonan agar tampak rindang.

Di beberapa titik pembatas dilengkapi sling baja yang membentang guna berfungsi mencegah orang menyeberang jalan sembarangan.

Merespons kecelakaan tersebut, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu menilai bahwa sling baja pemisah tersebut tidak ramah buat pengguna jalan.

Pengguna jalan terutama pengendara motor berpotensi mengalami cedera lebih parah, bahkan kematian, efek dari penggunaan tali besi sebagai atribut lalu lintas saat terlibat kecelakaan.

"Jadi sebetulnya persyaratan tentang rambu atau pemisah dan alat keamanan atau tanda objek itu seharusnya mengacu kepada keamanan, bukan hanya kenyamanan," ujar Jusri.

Menurut Jusri badan manusia punya sisi yang rentan 'rusak' saat terlibat kecelakaan. Oleh karenanya untuk mengurangi dampak kecelakaan dan menurunkan risiko cedera, kondisi jalan raya juga harus dibuat 'seramah' mungkin bagi pengguna jalan.

"Tubuh kita itu rentan kerusakan. Tidak usah benda tajam, benda tumpul saja remuk. Tubuh punya bagian rentan kaya leher dan atau jari-jari. Kalau leher kena (sling) dengan kecepatan sekian ya bisa robek dan putus," tutup Jusri. (ryh/mik)