Membahayakan, Sling Baja Pembatas Jalan Perlu Dikaji Ulang

ray, CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 13:58 WIB
Membahayakan, Sling Baja Pembatas Jalan Perlu Dikaji Ulang Ilustras. (Foto: Istockphoto/davidf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggunaan atribut lalu lintas dari bahan tak 'ramah' terhadap pengguna jalan harus dihilangkan. Pemerintah harus menciptakan kondisi aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu menilai korban tewas seketika dengan kondisi kepala terpisah dari tubuhnya setelah menabrak sling pembatas jalan pada Senin (8/4) salah satu contoh agar sling baja sebagai pembatas jalan ditiadakan.

"Ya sebaiknya pemerintah sudah mulai mencanangkan konsen memasang sesuatu apa saja alat, atau rambu yang ada di badan dan bahu jalan atau area yang bisa dijangkau pengguna, itu dibuat seaman mungkin," kata Jusri melalui telepon kepada CNNIndonesia.com, Jumat (12/4).


"Kalau pertanyaannya sling (kawat baja) bagian dari peralatan, kayanya sudah mulai berpikir itu ditiadakan. Kalau enggak akan memakan korban seperti kasus kemarin juga."

Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Depok Komisaris Sutomo korban mengalami kecelakaan tunggal saat baru saja pulang dari tempat kerjanya di wilayah Jakarta.

Jusri tidak menyalahkan pemerintah setempat dalam menggunakan sling baja sebagai penghalang orang untuk tidak menyeberang jalan sembarangan. Namun perlu mengkaji ulang terhadap dampaknya ke pengguna jalan terutama pengendara motor.

Jusri menjelaskan masyarakat berhak menuntut pemerintah jika infrastruktur yang dibuat ternyata tidak aman hingga menyebabkan kematian.

"Harus me-review, benda tadi aman atau tidak. Jadi jangan hanya membuat jalan. Kita ini sudah tahu dari dulu jalan raya tidak pernah aman, tapi jangan ditarok lagi 'granat dan ranjau'. Harusnya kita sudah punya pembersih untuk 'ranjau-ranjau' ini," ucap Jusri.

Jawaban Polisi

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Depok Komisaris Sutomo mengakui bahwa penggunaan pagar sling baja pada pembatas jalan terbukti tidak aman, terutama untuk pengendara motor yang terlibat kecelakaan. Ia menyarankan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Depok memikirkan sisi keselamatan setiap pengguna jalan.

"Kami polisi sifatnya hanya memberi saran itu Pemda. Dulu tali besi itu dipasang agar tidak ada yang menyeberang sembarangan karena pernah mahasiswa tewas saat itu. Makanya Pemda buat alternatif menggunakan sling," kata Sutomo.

Lebih dari itu Sutomo mengimbau kepada seluruh pengendara motor untuk tetap berhati-hati. Hindari jalur cepat, apalagi dalam kondisi tidak prima misalnya mengantuk.

"Jadi dihimbau kepada masyarakat jangan lewat jalur cepat. Lewat jalur motor lambat. Karena jalur cepat itu riskan. Karena di Margonda kan ada pemisah lambat dan cepat," tutup Sutomo. (ryh/mik)