"Studi perilaku kami menunjukkan NASA Rodent Hardware System bisa digunakan untuk melakukan penelitian biologis jangka panjang di ISS," jelas April Ronca, peneliti di Pusat Riset Ames milik NASA di Silicon Valley, California, seperti tertulis dari blog NASA.
Berdasarkan pengamatan, tikus-tikus itu awalnya tidak nyaman dengan kondisi ruang hampa, minus gravitasi itu. Mereka melompat-lompat, melayang-layang di dalam kandang khusus itu. Mereka juga mencari arah, namun tidak berhasil. Tapi, tak lama kemudian mereka berhasil beradaptasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Youtube]
Percobaan ini dilakukan untuk memahami apakah tikus-tikus itu akan berperilaku sama ketika mereka diobservasi di Bumi. Penelitian ini menunjukkan tikus-tikus ini melakukan kegiatan rutin mereka, seperti merawat diri dan makan ketika lapar.
Penelitian perilaku sangat penting karena memberi cerminan kondisi biologis dari mahkluk hidup. "Memberikan kita banyak informasi mengenai kondisi kesehatan dan fungsi otak secara keseluruhan."
Kegiatan fisik juga perlu diamati untuk mengantisipasi apakah akan ada perubahan fisik pada mahkluk hidup yang tinggal di kondisi mikro gravitasi dalam waktu lama. Misal, apakah akan terjadi penyusutan tulang, sehingga menyulitkan aktivitas.