Bos Toyota Curhat Kesulitan Cari Pengganti Dirinya

ray, CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 20:13 WIB
Bos Toyota Curhat Kesulitan Cari Pengganti Dirinya Akio Toyoda yang telah memimpin Toyota selama satu dekade mengaku masih kesulitan untuk mencari orang yang tepat untuk menggantikan posisinya. (Foto: REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu dekade Akio Toyoda memimpin raksasa otomotif Jepang, Toyota. Keinginan mengakhiri jabatan pun terpikir, namun Ia mengaku kesulitan mencari orang yang tepat untuk pengganti dirinya.

Toyoda kesulitan melepas jabatannya, sebab hingga kini ia belum menemukan seseorang yang pas untuk menduduki pucuk pimpinan Toyota. Oleh sebab itu ada kemungkinan Toyoda masih akan memegang kendali Toyota Motor Corp (TMC) hingga waktu yang belum ditentukan.

"Sejak hari pertama menjadi presiden (Toyota), saya selalu mencari pengganti saya. Tetapi setelah 10 tahun, saya merasa semakin sulit menemukan yang tepat," kata Toyoda mengutip Autonews, Sabtu (20/4).


Tahun ini pria kelahiran 3 Mei 1957 itu bakal memasuki usia 62 tahun. Ia merupakan cucu dari pendiri Toyota, Sakichi Toyoda. Toyoda mengatakan bahwa saat ini Toyota sudah memulai perubahan dari perusahaan yang didirikan kakeknya 82 tahun silam.

Misi barunya sudah digaungkan, di mana menciptakan landasan bagi pemimpin Toyota berikutnya sejak ia hari pertama menjabat.

"Jika saya dapat menggunakan analogi otomotif, misi saya adalah untuk memimpin perusahaan itu sendiri melalui perubahan model penuh," ucap Toyoda.

"Pada saat saya menyerahkan tongkat estafet kepada presiden berikutnya, saya berharap reformasi budaya ini selesai sehingga mereka dapat mulai dengan tajam berfokus pada masa depan dari hari pertama," ucapnya lagi.

Toyoda juga bercerita jika suatu hari nanti mungkin saja nama perusahaan berubah, dari Toyota Motor Corp menjadi Toyota Mobility Corp.

"Itu juga bisa terjadi. Tapi mungkin tidak selama waktuku," katanya.

Toyoda menuturkan menjadi pucuk pimpinan global Toyota bukan hal mudah. Terlebih pada saat pertama menjabat tantangan datang silih berganti.

Setelah menjabat pada 2009, ia menghabiskan tiga tahun pertama untuk bergulat dengan krisis demi krisis. Dimulai krisis keuangan global dan kerugian operasional pertama perusahaan dalam 70 tahun.

Masalah bukan hanya itu. Recall mobil Toyota datang kemudian bencana alam gempa bumi dan tsunami menyusul melanda Jepang pada 2011. Tiga tahun berikutnya fokusnya membenahi semua masalah yang timbul pada perusahaannya.

Lalu saat ini Toyoda berpikir mungkin akan menggali lebih dalam kemampuan para wakilnya.

Ia mengatakan saat ini dari enam wakil presiden eksekutif, hanya tiga yang lebih muda dari Toyoda. Tomoyama berusia 60 tahun, sementara Didier Leroy dan Moritaka Yoshida 61 tahun.

Menurutnya lagi mungkin saja ke depan promosi jabatan di Jepang akan dibuat atas kemampuan dan bakat, bukan lagi berdasarkan senioritas dan hafalan. Ia ingin mengembangkan bakat lebih mudah untuk mempercepat kemajuan perusahaan.

Toyoda pun mengatakan presiden berikutnya mungkin saja pria atau wanita, atau bahkan bisa saja ia bukan orang Jepang.

"Aku tidak peduli sekolah apa yang mereka tuju, jenis kelamin atau kebangsaan mereka. Semua itu tidak relevan. Yang ingin aku tahu adalah apa yang ingin mereka lakukan di sini di perusahaan ini. Ini adalah jenis budaya yang ingin saya ciptakan," ucap Toyoda.

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)