Dari banyak alasan kebiasaan memakai gigi dua, sebagian di antaranya yaitu pengemudi menginginkan proses start lebih halus karena torsi pada gigi satu dirasa terlalu besar. Selain itu ada juga pengemudi yang terlalu malas memasukkan gigi satu karena masa pakainya dirasa terlalu pendek.
Engineering Explained menjelaskan kebiasaan pakai gigi dua bisa berdampak buruk pada kampas kopling yang ujungnya memangkas masa pakainya. Pelat kopling merupakan komponen mobil yang umumnya diganti pada 80 ribu km, cenderung sulit dilakukan, serta mahal pengerjaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Menghilangkan Tinta Ungu Pemilu di Jok Mobil |
Flywheel (roda gila) yang berhubungan dengan putaran mesin dan kopling yang menyambung dengan transmisi dan roda adalah dua komponen sibuk setiap kali pengemudi mengganti gigi.
Pada saat mesin idle dan transmisi netral, kondisi flywheel berputar sesuai putaran mesin sementara kampas kopling belum menempel dan roda masih diam alias kecepatan mobil masih 0 km per jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila pengemudi memilih langsung gigi dua, kampas kopling cenderung selip atau bergesekan lebih lama pada flywheel. Hal itu dikarenakan pada gigi dua butuh kecepatan lebih tinggi, misalnya 15 km per jam, agar kampas kopling dan flywheel menempel sempurna.
Terlalu lama punya kebiasaan menggunakan gigi dua buat menggerakkan mobil dari posisi diam disebut bakal memangkas usia pakai kopling. Kondisi yang direkomendasikan bila ingin menggunakan gigi dua dari posisi diam yakni ketika mobil berada dalam posisi turunan.
Tips buat pengemudi, selalu sabar menggunakan gigi satu lebih dulu saat mulai berkendara. Bila keputusannya harus menggunakan gigi dua, jaga agar putaran mesin tetap rendah biar mengurangi gerakan flywheel yang terlalu melukai kopling.
[Gambas:Youtube] (fea)