Kriteria Akun Bot Versi Twitter

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 08:05 WIB
Kriteria Akun Bot Versi Twitter Ilustrasi (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Twitter memiliki beberapa kriteria yang digunakan untuk menduga suatu akun merupakan akun bot. Berikut beberapa aktivitas spam yang dilarang oleh Twitter seperti tertulis dalam blog media sosial itu.

Kriteria ini digunakan Twitter untuk menghalau akun bot pada perhitungan topik populer di layanan media sosial mereka. Sebab, dalam beberapa kasus topik populer yang tampak di Twitter bisa dimanipulasi dengan menggunakan jasa para pemilik akun bot atau para peternak bot. Berikut beberapa kriteria akun bot versi Twitter.

- Secara terus menerus membuat Tweet atau mengirimkan sebuah tautan via Direct Message, tanpa komentar apapun.
- Mengirimkan konten duplikat atau sama persis melalui berbagai akun.
- Mengirimkan konten duplikat berkali-kali di satu akun.
- Membuat akun duplikat atau sama persis; atau membuat akun, impresi maupun interaksi palsu antar akun palsu (seperti pengikut, cuit ulang, suka, dll)
- Memposting banyak konten yang bertujuan untuk memanipulasi atau mengacaukan tren di Twitter
- Mengirim banyak balasan atau mentions yang tidak diminta.
- Membeli atau berusaha meningkatkan interaksi akun secara palsu (seperti pengikut, cuit ulang, suka, dll)
- Menggunakan atau mempromosikan suatu layanan atau aplikasi yang mengklaim dapat meningkatkan jumlah pengikut, cuit ulang, suka (likes); atau membuat sebuah topik menjadi populer.



Sebelumnya, lewat siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, terdapat beberapa kriteria akun bot tambahan.

- Jika pengguna tidak melakukan konfirmasi alamat email.
- Pengguna yang sama melakukan pendaftaran berulang kali secara terus menerus.
- Akun tersebut terus melakukan cuitan dan me-mention akun yang tidak mengikuti (follow) mereka.
- Perilaku yang mengindikasikan serangan terkoordinasi.
- Perilaku seperti melakukan cuitan dalam volume tinggi dengan tagar yang sama atau menggunakan akun yang sama tanpa balasan dari akun yang pengguna mention.

Peristiwa mengarahkan opini publik menggunakan media sosial belakangan memang marak terjadi di banyak negara. Khusus untuk Twitter, tahun lalu banyak laporan yang menyebut kalau topik populer di platform itu bisa disetir menggunakan akun bot.

Laporan dari BBC menyebut pengguna cukup membayar US$200 (sekitar Rp2,8 juta) agar topik tertentu yang diminta bisa menjadi topik populer. Praktek ini dimanfaatkan untuk kepentingan komersil maupun politik.

Di India, laporan dari AltNews mengungkap dokumen untuk menyetel agenda bagaimana topik populer disebarkan lewat Twitter. Dokumen ini berisi instruksi cuitan dan tagar yang digunakan untuk membuat isu populer di negara tersebut. 

Di Indonesia, isu tentara siber dan bot  juga marak terutama saat menjelang Pemilu. Isu tentara siber, peternakan bot, juga marak terdengar. Kepada CNNIndonesia, salah satu buzzer politik mengungkap bagaimana mereka bekerja untuk mengarahkan opini publik pada pemilu. Tim yang beranggotakan 10 orang, mengendalikan 200 akun media sosial. Tim kecil ini merupakan bagian dari tim besar beranggotakan 100 orang dan menangani seribu akun media sosial.
(jnp/eks)