Perburuan Taksi Listrik Selain BYD dan Tesla

fea, CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 14:01 WIB
Perburuan Taksi Listrik Selain BYD dan Tesla Mobil bertenaga listrik BYD menjadi armada transportasi milik Blue Bird yang akan beroperasi mulai 1 Mei 2019. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Blue Bird membuka diri untuk peluang kerja sama terkait pengadaan taksi listrik dan juga pengembangannya. Rencananya perusahaan yang mengklaim 100 persen pekerjanya orang Indonesia ini ingin mengoperasikan 200 unit taksi listrik pada tahun depan.

Blue Bird sudah memulai tahap pertama elektrifikasi taksi, dilandasi dengan pengenalan MPV BYD e6 sebagai armada baru Bluebird dan Tesla Model X sebagai Silverbird di Jakarta, Senin (22/4). Kedua model itu akan mulai beroperasi pada 1 Mei 2019.

Rencana pengoperasian 200 unit merupakan tahap kedua. Buat mewujudkan itu, Blue Bird membutuhkan data-data dan pengalaman dari tahap pertama serta rekanan produsen kendaraan buat menciptakan spesifikasi yang pas untuk kategori taksi listrik.


Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan data dari pengalaman tahap pertama diharapkan bisa menghasilkan angka-angka pasti terkait seperti harga basis taksi listrik, efisiensi substitusi bahan bakar, perawatan, dan tarif.

"Itu data fakta yang kita punya itu menjadi masukan buat pemanufaktur untuk mengembangkan kendaraan listriknya di Indonesia, termasuk dilibatkan untuk kami," ucap Adrianto.

"Kami terbuka kalau memang mereka mau berpartisipasi dengan kami, baik di R&D ataupun tidak tapi untuk saat ini kita menggunakan dana full dari PT Blue Bird tbk," katanya lagi.

Mengawali program taksi listrik, Blue Bird mengerahkan dana Rp40 miliar yang diambil dari divisi R&D. Investasi ini bukan hanya untuk membeli 30 unit kendaraan impor pada tahap pertama melainkan juga buat pengadaan stasiun pengisi daya listrik.

Adrianto bilang tidak menutup kemungkinan pengadaan 200 unit pada tahap kedua bukan lagi mobil merek BYD ataupun Tesla. Menurut dia Blue Bird terbuka bagi pemanufaktur otomotif yang tertarik menjadi pemasok mobil taksi listrik.

"Kami membuka diskusi, kami belum finalkan untuk skalabilitas besar kami nanti produknya apa. Kami masih melakukan saat ini, tahap kedua untuk memastikan manufaktur lain dapat kesempatan yang sama," ujar Adrianto.

Blue Bird belum berhenti sampai tahap kedua sebab diketahui juga ada rencana 'tahap ketiga' yaitu pengadaan 2 ribu unit taksi listrik selama tempo 2020 - 2025. (fea/mik)