'Taksi Listrik Blue Bird Bisa Comot Suku Cadang Mercy'

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 17:50 WIB
'Taksi Listrik Blue Bird Bisa Comot Suku Cadang Mercy' Tesla Model X jadi Silverbird. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Importir umum Prestige Image Motorcars bukan hanya diajak kerja sama oleh Blue Bird untuk pengadaan unit taksi listrik berbasis Tesla Model X 75D, tetapi juga bertanggungjawab sebagai pihak servisnya.

Blue Bird telah mengkonfirmasi Model X 75D yang dijadikan Silverbird dibeli dari Prestige. Prestige mengungkap Blue Bird telah membeli empat unit, namun saat peluncuran armada taksi listrik di Jakarta, Senin (22/4), Blue Bird mengatakan menyediakan lima unit Model X 75D.

Presiden Direktur Prestige, Rudy Salim, menjelaskan, pihaknya akan membantu Blue Bird untuk upgrade program pada perangkat lunak mobil yang punya pintu jenis gullwing itu. Sementara buat perbaikan teknis perangkat keras, Rudy mengatakan Blue Bird mampu mengatasinya sendiri.


"Di Tesla ada perbaikan hardware dan software, kalau hardware ini seperti rusak pelek, bodi, hingga rem mereka bisa sendiri," jelas Rudy ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (23/4).

Suku Cadang Mercy

Rudy mengungkap komponen Tesla mudah didapat sebab banyak kesamaan dengan mobil-mobil Mercedes-Benz, terkecuali sistem kelistrikan dan perangkat lunak.

Kesamaan suku cadang tersebut, bilang Rudy, merupakan hasil kerjasama antara induk Mercedes-Benz, yaitu Daimler, yang sudah menanam saham di Tesla.

"Karena Tesla menggunakan bahan yang konvensional. Jadi suku cadang Tesla mirip sama Mercedes-Benz. Tapi kalau tidak ready stock, spare part akan kami inden," kata Rudy.

Pada 2010 Daimler AG diketahui telah mengakuisisi hampir 10 persen saham Tesla Motors Inc. Namun pada 2014, Daimler menghentikan kontrak suplai sistem gerak dengan Tesla dan menjual kepemilikan sahamnya senilai US$789 juta.

Kendati begitu, Rudy mengatakan mobil Tesla minim perawatan. Soal upgrade perangkat lunak juga disebut mudah dilakukan yakni dengan cara 'over the air'. Mobil tinggal dihubungkan ke internet yang terkoneksi ke pusat kontrol Tesla via WiFi lantas servis atau upgrade bisa dilakukan.

Tanggapan Blue Bird

Direktur Marketing Blue Bird Amelia Nasution menjelaskan kerja sama dengan Prestige diambil sebagai jalan tengah sebab dikatakan Tesla belum punya kantor resmi di Indonesia. Prestige berperan sebagai penyambung lidah antara Blue Bird dan Tesla.

"Tesla kan belum ada kantor di Indonesia. Jadi kami dibantu untuk itu sambil jalan kami juga akan berhubungan dengan Tesla," kata Amelia.

Amelia enggan membocorkan berapa biaya yang dikeluarkan buat membeli Model X75D dari Prestige, namun diketahui Prestige menjual satu unit seharga Rp2,7 miliar. Amelia memaparkan teknisi Blue Bird sudah terlatih buat mengatasi kerusakan pada mobil itu. (ryh/fea)