Tesla Sering Terbakar, Blue Bird Klaim Taksi Listrik Aman

ryh, CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 19:15 WIB
Tesla Sering Terbakar, Blue Bird Klaim Taksi Listrik Aman Mobil listrik Tesla Model X 75D A/T resmi jadi taksi Silverbird. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tesla, produsen mobil listrik terbesar di dunia yang salah satu produknya digunakan sebagai taksi listrik di Indonesia, tidak luput dari insiden. Pada pekan lalu muncul cerita SUV Model X terbakar di Amerika Serikat (AS) dan hal ini menjadi perhatian di dalam negeri.

Insiden terbakar itu terjadi saat Model X diparkir pemilik di garasi rumahnya di pinggiran kota Pittsburgh, AS. Menariknya, kebakaran bukan hanya sekali tetapi dua kali.

Saat unit yang terbakar pada Februari 2019 itu dibawa teknisi Tesla ke lokasi lain, kebakaran terjadi lagi sampai menghanguskan mobil hingga menyerupai tumpukan logam.


Kejadian insiden mobil Tesla terbakar itu bukan yang pertama, sejak 2016 sudah banyak laporan serupa. Paling baru, video yang direkam kamera pengawas di China menggambarkan Tesla Model S terbakar di parkiran.

Di Indonesia, salah satu penjual mobil listrik Tesla adalah Prestige Image Motorcars. Importir umum itu merupakan penyedia unit Model X 75D yang digunakan Blue Bird sebagai armada taksi eksekutif Silverbird.

Meski sudah banyak kejadian, Presiden Direktur Prestige, Rudy Salim, mengatakan konsumen di dalam negeri tidak perlu khawatir terkait anggapan atau risiko mobil Tesla Model X riskan terbakar.

Tesla, menurut Rudy, pasti bakal menarik setiap unit produksinya jika ditemukan bermasalah, terlebih bila diketahui cacat produksi yang sekiranya dapat menyebabkan kematian.

Rudy bilang hingga kini belum ada instruksi recall buat mobil Tesla, termasuk yang dijual di Tanah Air. Oleh karena itu Rudy mengklaim mobil tersebut aman.

"Tapi yang pasti kalau Tesla ada masalah pasti melakukan recall, tapi sekarang sih tidak ada pemberitahuan," kata Rudy kepada CNNIndonesia.com ketika dihubungi melalui telepon, Selasa (23/4).

Rudy menilai tidak mungkin mobil Tesla terbakar tanpa sebab atau mendadak mengeluarkan api. Layaknya mobil konvensional, menurut Rudy kebakaran dapat terjadi karena ada pemicu misalnya pasca tabrakan.

"Tapi saya belum dapat informasinya, jadi tidak bisa banyak komentar," kata Rudy.

Satu setengah bulan lalu Tesla menghentikan produksi Model X 75D. Namun Rudy bilang itu dilakukan bukan karena mobil tersebut bermasalah atau diterpa isu tak sedap, melainkan karena Model X 75D naik kelas.

"Dulu ada Model X 60, tapi sekarang tidak ada, langsung koncat ke 75D. Dan 75D ini loncat ke Model X 90. Jadi bukan karena ada isu apapun. Jadi memang karena sudah tidak produksi, jadi produksi untuk kelas lebih tinggi," ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Marketing Blue Bird Amelia Nasution menyatakan dari penelusuran internal, Model X 75D yang digunakan sebagai Silverbird aman. Dia juga menyebut mobil itu aman dipakai sebagai transportasi umum.

Amelia menjamim Tesla Model X 75D untuk Silverbird tidak riskan terbakar.

"Kami sudah cek dan memastikan bahwa kendaraan ini aman dan siap beroperasi. Karena kami selama ini selalu mengutamakan keamanan, bagian ini menjadi perhatian sebelum menggunakan model ini," kata Amelia. (ryh/fea)