Tesla Selidiki Kasus Model S 'Meledak' di China

and, CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 13:38 WIB
Tesla Selidiki Kasus Model S 'Meledak' di China Logo Tesla. (Foto: REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamera pengawas di China yang menunjukkan pukul 20.15 waktu setempat pada 21 April, merekam kejadian sedan Tesla Model S yang sedang parkir mengeluarkan asap sebelum akhirnya terlihat seperti meledak dan terbakar. Video itu sempat viral di media sosial beberapa jam kemudian dan sejak itu telah beredar luas.

Pihak Tesla belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal itu selain mengatakan bakal menginvestigasi insiden bersama otoritas China.


Tesla Model S. (Foto: REUTERS/Beck Diefenbach)
"Kami segera mengirim tim dan kami mendukung pemerintah setempat untuk menetapkan fakta. hal yang kami ketahui sekarang, tidak ada yang dirugikan," kata juru bicara Tesla kepada CNN.


Kebakaran mobil Tesla bukan yang pertama terjadi, sebelumnya ada kejadian serupa yang melibatkan unit Tesla yang sedang dikemudikan atau setelah kecelakaan.

"Tampaknya aneh bahwa baterai, yang tidak sedang melakukan pengisian daya, dapat terbakar sendiri," kata Tu Le, pendiri perusahaan konsultan Sino Auto Insights.

Tesla pernah menyatakan mobil bermesin 10 kali lebih berisiko terbakar dibanding mobil listrik.

China merupakan salah satu pasar sangat penting bagi Tesla, negara ini telah menyumbang sekitar 20 persen pendapatan tahunan perusahaan atau lebih dari US$ 2 miliar dollar.

Tesla ingin memperbesar penjualannya di China dengan mengandalkan pabrik barunya di Shanghai. Tesla berharap dapat menghasilkan 500.000 unit mobil setiap tahun.

Meski begitu Tesla juga bergulat dengan perlambatan ekonomi China, tarif impor yang terimbas dari perang dagang antara dengan Amerika Serikat telah membuat harga Tesla di China kembang kempis.

[Gambas:Instagram] (and/fea)