Meski merosot signifikan dari kuartal I 2018 yang mencapai US$4,99 miliar, kinerja laba tersebut berada di atas ekspektasi para investor dan analis. Alhasil, saham Facebook sempat melonjak di atas 10 persen, sebelum akhirnya justru ditutup turun tipis 0,65 persen.
Komisi Perdagangan AS saat ini tengah menyelidiki apakah Facebook terbukti membagikan informasi milik 87 juta penggunanya untuk kebutuhan firma konsultan politik Cambridge Analytica yang kini sudah tak beroperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Pejabat FTC David Vladeck menyebut, ini akan menjadi denda hukuman sipil terbesar yang dibayarkan kepada Komisi Perdagangan jika biaya penyelesaian tersebut sesuai perkiraan.
Laba per saham Facebook tercatat sebesar US$0,85. Di luar biaya penyisihan, Facebook sebenarnya membukukan laba US$1,89 per saham, naik dari US$1,69 tahun sebelumnya.
Total pendapatan kuartal pertama naik 26 persen menjadi US$14,9 miliar dari US$12 miliar tahun lalu. Angka ini di atas estimasi rata-rata analis sebesar US$15 miliar.
"Ini adalah laporan kuat yang menunjukkan bahwa pengiklan masih melihat nilai dalam platform Facebook, seperti yang mereka lakukan sebelum kontroversi dan skandal meletus," kata Haris Anwar, analis senior di platform pasar keuangan Investing.com.
Pengguna aktif bulanan dan harian Facebook pada kuartal pertama tahun ini tercatat meningkat dibandingkan dengan kuartal terakhir, masing-masing naik 8 persen menjadi 2,38 miliar dan 1,56 miliar. (agi)