GTI yang telah resmi meluncurkan motor listrik di IIMS 2019 bahkan mengajak produsen motor merek Jepang dan Eropa untuk bersama-sama meramaikan industri sepeda motor bertenaga listrik.
"(Merek Jepang masuk pasar sepeda motor listrik) tidak apa-apa. Kita gedein motor listrik pasarnya," kata CEO GTI Harun Sjech di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bawah Honda masih ada Yamaha dengan kontribusi sekitar 1,4 juta, lalu Suzuki 89.508 unit, dan Kawasaki 78.982 unit. Patut diketahui angka tersebut merupakan penjualan sepeda motor mesin konvensional.
Pemain motor listrik yang cukup serius di Indonesia masih minim, tercatat cuma Viar dan Gesits, sementara merek Jepang belum resmi meniagakan motor tanpa asupan bahan bakar minyak itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Harun Gesits berpotensi menguasai pasar roda dua ramah lingkungan dalam negeri, sebab diawali dengan momen yang sangat tepat.
"Saya sudah bilang bahwa kami punya potensi sangat besar sehingga kami dengan teknologi listrik belom tertinggal dari negara lain. Sehingga kami bisa menjadi sebuah industri yang baik kalau kami mau," tutup Harun. (ryh/mik)