BSSN Bungkam Soal Serangan Siber ke KPU pada Pemilu 2019

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 27/04/2019 12:53 WIB
BSSN Bungkam Soal Serangan Siber ke KPU pada Pemilu 2019 Ilustrasi. (Istockphoto/M-A-U)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bungkam soal serangan siber ke server KPU selama pelaksanaan Pemilu 2019. Mereka enggan mengungkap kejadian penyerangan dan dari mana serangan itu berasal.

"Nantilah itu, kami sudah sepakat untuk hal itu akan diumumkan oleh KPU, karena ini kan hajatannya KPU," jelas Anton Setiawan, Direktorat Proteksi Ekonomi Digital BSSN saat ditemui dalam konferensi pers Zurich di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).

Namun, Anton sempat menyebut hingga saat ini server KPU masih aman.

"Cluenya sampai hari ini bisa mitigasi dengan baik. Posisi aman," ungkap Anton.


Menurutnya, semua laporan serangan siber akan dipaparkan saat perhitungan suara selesai pada 22 Mei mendatang. Hasil laporan keamanan siber ini akan disampaikan BSSN bersama dengan KPU selepas perhitungan suara selesai.

Anton juga meminta agar masyarakat mempercayakan masalah kramanan server ini kepada pemerintah, BSSN, dan semua yang membantu.

"Kita percayalah kepada BSSN, pemerintah, semua komunitas. Semua membantu memberikan laporan kerentanan," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala BSSN mengungkap berdasarkan analisis Pemilu sebelumnya, ada potensi  serangan siber terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2019.

Potensi ini menurut Djoko bisa berupa SPL injection atau penyuntikkan kode untuk merusak database di dalam situs KPU seperti yang pernah terjadi saat Pemilu 2004.

Adapula deface atau penggantian tampilan situs. Ataupun membuat situs super sibuk sehingga tak bisa diakses yang dikenal dengan serangan Distributed Denial of Service(DDOS),  seperti pada Pilkada 2018.

Tujuan peretasan disebut Djoko bisa dilakukan untuk mencuri database untuk kampanye negatif dan menyebarkan database yang dicuri dari situs KPU. (eks/age)