IIMS 2019

Selisik Proses Produksi, Kemenperin Bakal Panggil Esemka

ray, CNN Indonesia | Senin, 29/04/2019 18:23 WIB
Selisik Proses Produksi, Kemenperin Bakal Panggil Esemka Foto diduga Esemka sedang diangkut truk beredar di media sosial. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasca Esemka lulus uji tipe Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan Esemka. Pemanggilan ini untuk mengetahui sejauh mana progres pengembangan Esemka di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin mengatakan pemanggilan secepatnya untuk pengecekan terhadap proses produksi Esemka.

"Nanti kami panggil. Kami mau ngobrol sama mereka," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto di JIExpo Kemayoran, Jakarta beberapa waktu lalu.


Menurut Harjanto pihaknya belum mengetahui secara detail perkembangan Esemka meski Kemenperin sudah menyelesaikan izin produksi massal untuk Esemka.

"Saya belum banyak terima info. Tapi yang sudah kami berikan izin-izin seperti TPT (tanda pendaftaran tipe)," ucap Harjanto.

Perkembangan terakhir bahwa saat ini PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) yang melakukan produksi massal mobil Esemka, memanfaatkan pabrik produksi di Boyolali, Jawa Tengah. PT ACEH dikomandoi oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Makhmud Hendropriyono.

Perusahaan itu dibentuk pada 2015 dan merupakan hasil kongsi antara perusahaan Hendropriyono, Adiperkasa Citra Lestari (ACL), dengan pemegang lisensi mobil Esemka, Solo Manufaktur Kreasi (SMK).

Putra Hendropriyono, Diaz Faisal Malik Hendropriyono sempat bercerita bahwa ayahnya mengembang tugas berat dan terjun langsung mencari investor untuk Esemka.

"Tugas (Hendropriyono) membantu membuat Esemka, ya untuk mencari investor," kata Diaz saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

(ryh/mik)