Komponen Bus Listrik MAB Tanam Investasi di Morowali

jo, CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 09:54 WIB
Komponen Bus Listrik MAB Tanam Investasi di Morowali Bus listrik Mitra Anak Bangsa (MAB). (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bus listrik besutan Mitra Anak Bangsa (MAB) yang akan memperkuat armada TransJakarta diklaim menggunakan penggerak motor listrik dan baterai dengan kualitas yang sudah teruji di pasar.

GM Goverment Relation MAB Puryanto mengatakan teknologi motor listrik dan baterai diimpor langsung dari China. Puryanto mengatakan perusahaan pemasok komponen bus listrik tersebut merupakan penguasa di bidangnya masing-masing.

Bus listrik MAB menggunakan motor listrik ciptaan CRRC yang berasal dari China. CRRC disebut adalah perusahaan manufaktur motor listrik terbesar di dunia.


"CRRC kami merek motor listrik. itu perusahaan motor listrik terbesar di dunia dari China. Tapi produksi high speed express train dari China itu juga dari kerja sama CRRC. Kecepatan kereta bisa 400 km per jam itu menggunakan motor listrik dari CRRC," ujar Puryanto kepada CNNIndonesia.com usai acara pra-uji coba bus listrik di Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4).

Sementara itu Puryanto menjelaskan bahwa MAB menggunakan baterai listrik bermerek CATL. Ia mengklaim CATL adalah produsen baterai lithium-ion terbesar di dunia.

" Kalau baterainya itu CATL, dia itu produsen baterai terbesar di dunia. Jadi nomor satu CATL, kedua LG, ketiga Panasonic, ini produsen baterai terbesar untuk kendaraan yang menggunakan baterai lithium ion," kata Puryanto.

Alasan MAB menggandeng CATL juga didasarkan oleh investasi yang dilakukan CTL di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Kawasan industri pendukung kendaraan listrik ini telah diresmikan pada tahun lalu.

"Pertimbangan kita juga CATL itu investasi di Indonesia di Morowali. Jadi pada masa yang akan datang, CATL kita harapkan itu nanti bisa membangun industri lithium ion di Indonesia," ujar Puryanto.

Investor asing yang menanamkan investasinya pada pendirian pabrik ini antara lain, perusahaan baterai terbesar China CATL, perusahaan daur ulang baterai GEM, Tsingshin Group, dan perusahaan Jepang Hanwa.

Untuk bisa beroperasi di sini, perusahaan asing itu menggandeng Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) selaku penyedia lahan. Investasi awal disebut mencapai US$720 juta. Namun, investor telah berkomitmen untuk menanamkan investasi hingga US$4,2 miliar selama lima tahun ke depan. (jnp/mik)