Indonesia Resmi Punya Area Industri Baterai Mobil Listrik

Sahril Abdullah, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 11:15 WIB
Indonesia Resmi Punya Area Industri Baterai Mobil Listrik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan pusat industri baterai kendaraan listrik di Halmahera Tengah, pada Kamis (30/8). (CNN Indonesia/Sahril Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Langkah pembangunan kawasan industri di Halmahera Tengah resmi dimulai, Kamis (30/8). Pembangunan kawasan industri Weda Bay Nickel (WBN) itu ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Perkembangan ini penting buat kemajuan otomotif Indonesia. Pasalnya, pabrik baterai lithium untuk kendaraan listrik juga akan dipusatkan di sini.

Luhut menjelaskan, proyek yang digarap PT Indonesia Weda Bay Industria Park (IWIP) ini akan mengerjakan mulai dari nikel, lithium-ion (Li-ion) baterai kendaraan listrik, dan besi baja. Di samping industri utama itu, ada pula pelaksanaan industri sampingan berupa industri sendok hingga suplai bahan makanan dari masyarakat lokal.


"Yang untuk bahan makanan seperti daging sapi, ayam, telur, semuanya harus disiapkan dari sini sehingga saya minta Pemda setempat untuk disiapkan secara baik. Jadi tidak perlu ambil dari luar lagi," tuturnya.


Menurut Luhut, investasi harus diikuti dengan berbagai hal positif. Pertama, harus ramah lingkungan, dan kedua, harus ada transfer teknologi.

"Supaya tenaga kerja asal Indonesia melihat dan menyaksikan langsung bagaimana pekerjaan terkait Li-ion baterai yang dibuat," kata Luhut.

Selain itu, pihak perusahaan harus banyak menggunakan tenaga lokal. Proyek WBN yang "dikeroyok" perusahaan asal Cina Tsingshan Group dan Prancis Eramet ini juga diperkirakan akan membuka 15 ribu lapangan kerja khusus tenaga lokal saja.

"Presiden Joko Widodo juga menargetkan bahwa produksi mobil listrik akan mencapai 20 persen dari total produksi kendaraan nasional di Indonesia pada tahun 2025," ucap Presiden Direktur IWIP, Xiang.


Investasi

Investasi di WBN sendiri mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp144 triliun. Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan kawasan industri tahap pertama, sebesar US$5 miliar, kemudian tahap berikutnya US$5 miliar lagi.

"Selain memfasilitasi kegiatan pemurnian logam, kawasan industri ini juga bertujuan menarik berbagai kalangan investor untuk membangun fasilitas pengolahan industri hilir. Diantaranya meliputi nikel sulfat (NiSO4), NCM/NCA, prekursor, sampai menghasilkan produk akhir berupa Li-ion baterai untuk kendaraan listrik," terang Xiang.

Dia menjamin, IWIP berdedikasi memperkenalkan teknologi mutakhir yang berkelanjutan di Indonesia. Selain itu dikatakan juga dia akan menjalankan usahanya sesuai dengan kaidah perundang-undangan terhadap perlindungan lingkungan hidup.

"Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kepentingan masyarakat lokal dan sekaligus perindustrian nasional di Indonesia," ujar Xiang.

Sementara itu Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menjelaskan, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia salah satunya dimulai dari pembangunan industri komponen. Baterai listrik merupakan kunci utama kendaraan listrik.

"Hari ini merupakan langkah awal untuk pembangunan program Low Cost Electric Vehicle (LCEV)," ucap Putu di lokasi pembangunan groundbreaking. (fea)