"Dari aspek lahan, tata ruang harus dikelola dengan baik. Justru kalau bisa ibu kota yang pindah ke sana itu mampu lebih mengendalikan ibu kota yang baru itu dan wilayah di sekitarnya," kata Mahawan usai peluncuran situs Research Repository Indonesian Climate, Land-Use & Environment (I-CLUE) di Hotel Morissey, Jakarta, Selasa (30/4).
"Yang tadinya Kalimantan sudah 50 persen tidak berhutan, dengan adanya ibu kota negara di sana hutannya (bisa) kembali di atas 50 persen," sambungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak Lingkungan
"Bicaranya tidak hanya sekedar isu lingkungan, berbagai angle harus dipertimbangkan. Dari sisi ekonominya sisi lingkungannya kemudian dari pertahanan keamanannya juga," sambungnya.
Lebih lanjut kata Medrilzam, menyoal faktor lingkungan menurutnya pemerintah harus mampu mempertimbangkan bagaimana dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan sekitar dari ibukota yang baru nanti.
Selain itu, pemindahan ibukota juga tidak hanya berbicara soal dampak namun timbal balik dari sumber daya alam (SDA) dan lingkungan yang ada di lokasi itu.
Diketahui, Presiden Jokowi tengah membicarakan payung hukum terkait dengan rencana pemindahan ibu kota ke luar pulau Jawa. Bappenas mengkalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk rencana tersebut adalah Rp400 triliun lebih.
[Gambas:Video CNN] (din/asa)