Dana tersebut sudah mencakup proses merancang satelit, memanufaktur, mengoperasikan hingga memelihara satelit untuk kurun waktu 15 tahun ke depan.
"Dana Rp21,4 triliun untuk membangun merancang dan mengoperasikan serta memelihara selama 15 tahun. Jadi kalau dilihat angka seperti besar tap ini sudah termasuk kepada proses atau operasional serta memelihara [satelit]," kata Rudiantara kepada awak media usai Penandatanganan KPBU Proyek SMF di Ballroom Museum Nasional, Jakarta, Jumat (3/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kurang lebih 3,5 tahun, jadi akhir 2022 diharapkan satelitnya sudah meluncur, sudah ada di selat orbit untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di luar Jawa," jelasnya.
Rencana peluncuran 'Satria' dilakukan lantaran kapasitas satelit yang dimiliki pemerintah masih belum mencukupi, meski sudah menyewa 60 persen kapasitas satelit Nusantara 1 milik Pasifik Satelit Nusantara (PSN).
Satelit ini akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik. Setidaknya ada 140 ribu titik yang tidak dapat akses internet lantaran tidak terjangkau oleh kabel serat optik. (din/evn)