Tips Otomotif

Akal-akalan Mekanik: Robek Saringan Udara

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 12:48 WIB
Akal-akalan Mekanik: Robek Saringan Udara Saringan udara. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada salah satu cara mekanik bikin enteng sepeda motor atau mobil yang dikeluhkan konsumen 'tarikannya berat', yaitu merobek saringan udara. Tujuannya biar aliran udara yang masuk makin lega jadi asupan ke pembakaran lebih banyak, namun cara ini dianggap tidak sepenuhnya benar.

Saringan udara kerap kali digunting untuk membuat lubang atau dirobek secara acak. Hal seperti ini seakan sudah jadi praktik lumrah.

Patut dipahami saringan udara merupakan perangkat kendaraan yang berfungsi menyaring udara hingga debu serta material kasar dan besar lainnya tidak masuk ke jalur pembakaran di mesin.


Bila saringan udara dirobek atau dibuat lebih lega, tarikan mesin bisa jadi lebih enteng. Namun menurut Andy Hasten, Sales Manager Primes Asia sebagai distributor saringan udara Ferox, langkah demikian tidak selamanya benar.

Saringan udara dikatakan punya masa pakai, normalnya untuk penggunaan selama 15 ribu - 20 ribu km. Saat sudah mencapai jarak tersebut, sewajarnya pemilik kendaraan mengganti saringan udara.

"Jika mampet ya harus diganti, itu ya akal-akalan mekanik sebetulnya dan bisa juga pemiliknya tidak mau ganti saringan udara," kata Andy di Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2019, Kemayoran, Sabtu (4/5).

Saringan udara yang sudah diakali, menurut Andy, kinerjanya pasti kurang optimal. Dalam hal ini debu atau kotoran lain akan mudah masuk ke ruang bakar mesin kendaraan.

Andy mengibaratkan ruang bakar seperti api yang menyala. Jika kekurangan angin, api pasti mati seperti saat lilin tiba-tiba ditutup gelas. Namun agar api pada lilin tetap menyala juga tidak bisa dihembuskan angin kencang.

"Memang terasa enteng mesin, jadi ada plus dan minus. Tapi minusnya itu ya debu menjadi lebih banyak karena lubangnya jadi tambah besar," kata dia.

Andy menambahkan debu yang terlalu banyak masuk dan jarang dibersihkan nantinya bisa menumpuk di throttle body dan manifold hingga bisa mempengaruhi kinerja mesin keseluruhan. (ryh/fea)


BACA JUGA