Pemerintah Korea Diminta Setop Subsidi Mobil Listrik China

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 05/05/2019 10:05 WIB
Pemerintah Korea Diminta Setop Subsidi Mobil Listrik China Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok produsen otomotif di Korea Selatan, Hyundai dan Kia meminta pemerintah menghentikan program subsidi penjualan mobil listrik asal China. Penghentian subsidi tersebut untuk membuka peluang bagi industri otomotif lokal.

Kelompok produsen itu menilai subsidi yang diberikan pemerintah dapat mengancam industri otomotif lokal.

"Para pembuat mobil China, yang mengalami kesulitan di dalam negeri, diperkirakan akan mengalihkan tujuan mereka ke pasar Korea yang berdekatan," kata Ketua Asosiasi Produsen Otomotif Korea Selatan, Jeong Marn-ki dilansir Reuters, Minggu (4/5).


Pemerintah Korea Selatan memberikan subsidi untuk mobil listrik yang dijual di negerinya sejak 2012. Korsel merupakan salah satu negara yang menawarkan subsidi tertinggi untuk mobil ramah lingkungan.

Pemerintah setempat juga punya peraturan sangat detail dalam membatasi subsidi mobil listrik.

Mengutip Antara, merek mobil China BYD mendapat subsidi hampir 40 persen dari US$16,5 juta dalam program subsidi itu, menurut data industri.

Namun sebaliknya, saat mobil listrik China mendapat subsidi di Korea Selatan, namun baterai mobil listrik asal Korea Selatan dianggap tidak memenuhi syarat di China.

"China telah menciptakan lapangan permainan yang tidak merata untuk merek asing," ucap Jeong.

"Hubungan internasional harus didasarkan pada prinsip timbal balik. Jika Beijing menggunakan pisau, kita juga harus menggunakan pisau."

Jeong juga berharap agar Amerika Serikat membebaskan Korea Selatan dari potensi tarif kendaraan impor. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menarik tarif 25 persen untuk kendaraan impor dan suku cadang mobil.

"Saya optimistis tentang keputusan itu. Tetapi siapa yang tahu? Trump tidak dapat diprediksi," tutup Jeong. (mik)