Edukasi & Fitur

Cara Kerja Sabuk Keselamatan Pretensioner dan Force Limiter

ray, CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 17:16 WIB
Cara Kerja Sabuk Keselamatan Pretensioner dan Force Limiter Foto: Istockphoto/coffeekai
Jakarta, CNN Indonesia -- Sabuk keselamatan tiga titik ditemukan pada 1959 oleh teknisi Volvo yakni Nils Bohlin yang menyadari bahwa seat belt dua titik belum bisa mencegah cedera serius pengendara ketika membentur lingkar kemudi.

Sejak saat itu sabuk keselamatan terus berkembang untuk meminimalisir cedera pengendara saat mobil mengalami tumbukan. Terbaru ada namanya sabuk keselamatan tipe pretensioner dan force limiter.

Sabuk pengaman jenis itu berbeda dari versi konvensional yang cuma 'mengikat' tubuh pada kursi saat terjadi tumbukan. Sedangkan sabuk pengaman pretensioner bekerja berdasarkan sensor.


Sensor pada seat belt membaca pergerakan kendaraan, terutama jika ada perlambatan laju kendaraan secara tiba-tiba sebagai tanda kecelakaan.

Saat itu sistem pretensioner secara otomatis akan mengencangkan sabuk pengaman jika akan terjadi benturan. Badan pengemudi akan ditarik menempel ke sandaran kursinya, seperti mengutip autohowstuffworks, Rabu (8/5).

Cara sistem ini bekerja dipercaya selain tidak mencederai dada pengemudi, juga berfungsi melindungi wajah dari kantong udara yang mengembang secara tiba-tiba.

Fitur pretensioner ini dibantu force limiter. Beda dengan pretensioner, fitur force limiter berfungsi mengendurkan secara perlahan sabuk keselamatan. Dengan begitu dada pengemudi dan penumpang tidak akan terlalu sesak.

Force limiter disebut akan membantu meminimalkan dampak cedera pada dada saat kendaraan tabrakan frontal (dari depan).

Kombinasi dua fitur pada sabuk pengaman itu juga yang memungkinkan perlindungan dari kantung udara kepada pengemudi dan penumpang depan lebih efektif sehingga mengurangi cedera.

[Gambas:Youtube] (ryh/mik)


BACA JUGA