95 Persen Pembeli Mobil Bekas Cari Informasi di Dunia Digital

fea, CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 08:36 WIB
95 Persen Pembeli Mobil Bekas Cari Informasi di Dunia Digital Ilustrasi mobil bekas. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Direktur mobil88 Halomoan Fischer mengatakan 95 persen konsumen yang berminat membeli mobil bekas mengandalkan dunia digital buat mendapatkan segala informasi. Meski begitu, seiring mendekati proses pembelian, persentase itu berkurang karena konsumen masih mempertimbangkan cara konvensional.

"Kalau dari survey pasar yang kami lakukan, hari ini 95 persen konsumen yang ingin membeli mobil bekas melakukan pencarian dari digital. Tetapi sampai ke ujungnya semakin turun," kata Fischer, di Jakarta, Kamis (9/5).

Buat memenuhi kebutuhan digital itu, mobil88 menelurkan produk mobil88 e-store yang isinya mengakomodasi pencarian informasi mobil seken. Salah satu fitur menarik pada aplikasi gawai ini adalah tersedianya foto 360 derajat yang memungkingkan konsumen melihat sekeliling interior mobil.


Fischer percaya pembeli mobil bekas membutuhkan visual yang baik. Maka itu mobil88 dikatakan punya standarisasi foto yang berkualitas.

Bukan hanya soal visual, mobil88 e-store juga bisa melayani proses pembelian termasuk pembayaran. Menurut Fischer ada sebagian konsumen yang mau membeli mobil bekas hanya mengandalkan sajian informasi digital tanpa perlu test drive.

Walau begitu, Fischer mengatakan mobil88 juga masih menyediakan fasilitas test drive buat konsumen yang menginginkannya. Fasilitas ini merupakan salah satu cara konvensional konsumen membeli mobil.

"Masih ada banyak banget (konsumen minta test drive), cuma kami bikini ini (mobil88 e-store) bukan untuk hari ini saja. Namun kami percaya kami bikin ini untuk ke depan, 5 tahun, 10 tahun," kata Fischer.

Menurut Fischer lagi, digitalisasi mobil88 soal jual-beli mobil bekas bukan berarti bakal merontokkan semua cara konvensional.

"Sementara ini hasil studi kami untuk kota Jakarta, perkembangan segmen (digital) itu cepat, jadi kami akan studi lagi," kata Fischer. (fea)