Mobil China BYD Mau Investasi di Indonesia

ray, CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 19:30 WIB
Mobil China BYD Mau Investasi di Indonesia Blue Bird mengandalkan mobil listrik BYD untuk armadanya di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia bakal kedatangan pemain industri otomotif asal China, yaitu BYD. BYD siap mengucurkan dana investasi di dalam negeri untuk bermain di segmen kendaraan listrik.

Langkah BYD disebut Airlangga sama seperti sejumlah produsen otomotif lain yang sudah lebih dulu eksis di dalam negeri seperti Toyota, Mitsubishi, Honda (motor), dan Wuling yang telah melakukan proyek percontohan kendaraan listrik.

BYD sudah mulai terdengar di dalam negeri pasca 25 unit BYD digunakan sebagai armada taksi listrik Blue Bird.


"Jika mereka melakukan prototyping dan proyek percontohan, itu berarti mereka berkomitmen untuk investasi lebih lanjut," kata Airlangga mengutip keterangan resminya, Jumat (10/5).

BYD akan menjadi pabrikan mobil ketiga yang menanamkan investasinya di Indonesia setelah Wuling dan DFSK. Menurut Airlangga BYD bakal melakukan pilot project di bidang kendaraan komersial seperti bus.

Namun pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu tidak menyebut mengenai kapan dan berapa nilai investasi tersebut.

"Tetapi tergantung pasarnya, kalau produsen lain, seperti Wuling dan DFSK sudah punya fasilitas sehingga lebih mudah bagi mereka untuk investasi di kendaraan listrik ini," ucap Airlangga.

Airlangga menuturkan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia akan terasa mudah dan menjadi peluang besar karena telah memiliki struktur manufaktur yang dalam dari hulu sampai hilir.

"Misalnya, kita sudah punya bahan baku seperti baja, plastik, kaca, ban, hingga engine yang diproduksi di dalam negeri. Lokal konten rata-rata di atas 80 persen. Ini yang menjadi andalan ekspor kita," ungkap dia.

Ia melanjutkan bahwa pemerintah serius mematangkan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai program percepatan pengembangan kendaraan listrik. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur agar para pelaku industri otomotif tertartik untuk investasi.

Dalam implementasinya tahap awal, ia mengatakan akan diberlakukan melalui bea masuk nol persen dan penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor ramah lingkungan.

Pemerintah telah menyiapkan peta jalan pengembangan kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Pengembangan LCEV ini meliputi Kendaran Hemat Energi Harga Terjangkau (LCGC), Electrified Vehicle (kendaraan listrik) dan Flexy Engine (kendaraan dengan bahan bakar fleksibel/alternatif).

"Perpres sebagai payung hukum sedang diformulasikan terutama mengenai persyaratan yang akan menggunakan fasilitas insentif," tutup Airlangga. (ryh/mik)