Mobil Ekspor Terlaris Toyota Indonesia Selama 3 Bulan 2019

ryh, CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 03:10 WIB
Mobil Ekspor Terlaris Toyota Indonesia Selama 3 Bulan 2019 Ilustrasi mobil ekspor Toyota Indonesia. (Foto: Dok. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekspor mobil Toyota Indonesia secara utuh atau Completely Build Up (CBU) pada kuartal pertama naik tipis dibanding periode sama tahun lalu. Pengapalan selama Januari - Maret 2019 tercatat 46.130 unit atau naik dua persen dari sebelumnya 45.350 unit.

Dari angka tersebut, Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner buatan Indonesia terekam menjadi kontributor terbesar. Menurut Toyota, Fortuner racikan Karawang, Jawa Barat ini laris manis di kawasan GCC, Amerika Selatan, dan ASEAN dengan torehan 11.165 unit atau mewakili 24 persen ekspor.

Model CBU lain yang diekspor Toyota, Vios tercatat 5.500 unit, Avanza 5.780 unit, Town Ace/Lite Ace 3.715 unit, serta Kijang Innova, Sienta, dan Yaris yang totalnya mencapai 2.570 unit.


"Sejak 5 tahun terakhir, Fortuner konsisten menjadi model SUV penyumbang terbesar bagi prestasi ekspor Toyota Indonesia," kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam melalui keterangan tertulisnya, dikutip Senin (13/5).

Toyota menilai perusahaan berhasil mempertahankan penjualan ke luar negeri terus naik meski kondisi saat ini dikatakan kurang menguntungkan akibat peningkatan ketegangan dalam perdagangan global, serta kondisi pasar keuangan yang fluktuatif.

Pada tahun ini Bob mengatakan Toyota tetap mengincar kenaikan pasar ekspor di atas lima persen dari 2018.

"Di tahun 2019, Toyota menargetkan pertumbuhan ekspor di atas 5 persen meski situasi makro ekonomi dunia masih tidak menentu. Saat ini kami fokus untuk mencari pasar-pasar ekspor non tradisional baru untuk mencapai target tersebut," ujar Bob.

Selain kendaraan dalam bentuk utuh, ekspor mobil Toyota juga terdata dalam bentuk terurai (CKD/Completely Knock Down), mesin utuh, serta komponen kendaraan.

Hingga Maret 2019, menurut Bob, Toyota berhasil mengekspor CKD sebanyak 9.900 unit, mesin utuh bensin sebanyak 25.750 unit, mesin utuh etanol sejumlah 2.360 unit, serta komponen kendaraan sebanyak 26 juta unit.

Bob menambahkan sejak pengapalan perdana pada 1987, Toyota Indonesia sudah berhasil mengekspor kendaraan dalam bentuk CBU sebanyak 1,5 juta unit dengan estimasi nilai ekspor lebih dari USD28,8 miliar. Sedangkan destinasi ekspornya sudah lebih ke 80 negara.

"Kami berharap konsistensi aktivitas ekspor brand Toyota dapat membantu tercapainya keseimbangan neraca perdagangan nasional di tengah kondisi ekonomi global yang kurang menguntungkan," kata Bob. (ryh/fea)