Juru Bicara WhatsApp mengungkapkan pihaknya tidak menyangkal kejadian spyware tersebut.
"Kami tentu saja tidak menyangkal salah satu dari liputan yang Anda lihat." ungkap Jubir tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara WhatsApp mengatakan serangan itu memiliki semua ciri khas perusahaan swasta yang telah diketahui bekerja dengan pemerintah untuk memberikan spyware yang memiliki kemampuan untuk mengambil alih sistem operasi ponsel.
Dia mengatakan kelemahan itu ditemukan ketika tim WhatsApp melakukan beberapa peningkatan keamanan tambahan untuk panggilan suara.
Para ahli menemukan bahwa orang yang ditargetkan untuk infeksi mungkin mendapatkan satu atau dua panggilan dari nomor yang tidak mereka kenal. Dalam proses menelepon, kode ini dikirimkan.
Juru bicara untuk Grup NSO tidak segera menanggapi email dari The Associated Press untuk meminta komentar.
Spyware NSO telah berulang kali ditemukan digunakan untuk meretas wartawan, pengacara, pembela hak asasi manusia dan pembangkang. Yang paling menonjol, spyware itu terlibat dalam pembunuhan mengerikan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang dipotong-potong di konsulat Saudi di Istanbul tahun lalu dan yang tubuhnya belum pernah ditemukan.
Beberapa dugaan target spyware, termasuk teman dekat Khashoggi dan beberapa tokoh masyarakat sipil Meksiko, saat ini menuntut NSO di pengadilan Israel atas peretasan tersebut. (age)