Mitsubishi Sebut Tak Masalah Jika Harus 'Recall' Xpander

CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 11:43 WIB
Mitsubishi Sebut Tak Masalah Jika Harus 'Recall' Xpander Mitsubishi Xpander untuk pasar Filipina diproduksi di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) akhirnya menanggapi masalah Xpander yang dijual Filipina.

Mitsubishi Xpander yang diproduksi di Indonesia mendapat keluhan dari konsumen Filipina. Konsumen Xpander di Filipina mengeluhkan mesin tiba-tiba mati saat mobil bergerak pada kecepatan 60 km per jam. Hasil laporan sementara ada kerusakan pada fuel pump atau pompa bahan bakar.

Menurut Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro, pihaknya siap melakukan kampanye perbaikan atau recall jika mobil terbukti cacat produksi. Selama ini Mitsubishi Motor Corporation (MMC) dan Mitsubishi Indonesia masih melakukan penyelidikan terkait kerusakan Xpander di Filipina.


"Intinya seperti juga MMKSi juga ada service campaign, recall campaign, karena memang kita tanggung jawab sama produk, kualitas, apalagi safety," kata Irwan ditemui di Jakarta, Jumat (18/5).

"Jadi fine saja dilakukan kampanye (recall). Apalagi untuk konsumen tentu saja mereka senang selama selesai dan tuntas," sambung Irwan.

Irwan menambahkan saat ini investigasi masih berjalan dan jika penyelidikan selesai, Mitsubishi akan segera membuat keputusan untuk me-recall Xpander atau tidak untuk pasar Filipina.

"Jadi yang penting masalah ketemu dulu dan solusinya apa. Apa nantinya kampanye atau apa, ya tunggu dulu," ucap dia.

Xpander di Indonesia potensi recall

Xpander yang dijual di Indonesia dan Filipina menggunakan komponen yang hampir serupa. Sementara gejala mesin mati Xpander tidak dirasakan konsumen di Indonesia.

Irwan juga tidak menjabarkan keharusan recall Xpander di Indonesia jika ditemukan masalah pada produk low MPV pesaing Toyota Avanza dan Ertiga itu. Sebab kasus serupa tidak ditemukan Indonesia.

Ekspor perdana completely build up (CBU) Xpander dari Indonesia ke Filipina diketahui berlangsung pada April 2018 berjumlah 400 unit. Diduga Xpander ekspor gelombang pertama yang mengalami kerusakan.

Irwan tidak mengetahui secara jelas jumlah konsumen Xpander yang mengeluhkan masalah itu. Terkait jumlah unit Xpander yang sudah dikapalkan menuju Filipina, Irwan pun mengaku masih mengumpulkan datanya melalui pabrik Mitsubishi Indonesia.

"Saya tidak pegang datanya, karena ekspor itu yang pegang MMKI (Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia -operator pabrik Mitsubishi)," ucap Irwan.

(ryh/mik)