Intel dan Qualcomm Bakal Susul Google Setop Bisnis Huawei

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 15:14 WIB
Intel dan Qualcomm Bakal Susul Google Setop Bisnis Huawei Ilustrasi. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai Alphabet Inc, induk perusahaan dari Google menangguhkan bisnis dengan Huawei, dikabarkan tiga perusahaan perancang dan pemasok cip yaitu Intel, Qualcomm dan Broadcom akan memutuskan hubungan mereka dengan Huawei segera.

Seorang karyawan dari salah satu perusahaan pembuat chip tersebut memberitahukan kepada jurnalis Bloomberg bahwa perusahaannya bakal membekukan penawaran pasokan mereka dengan Huawei.

Intel sendiri memberikan Huawei sebuah chip server dan prosesor untuk jajaran laptopnya, sementara Qualcomm memasok sebuah modem.


Selain itu,Huawei dikabarkan telah mempersiapkan kemungkinan buruk dengan cara menimbun chip dari pemasok AS untuk bertahan setidaknya tiga bulan. Langkah ini dinilai cukup berguna untuk mengetahui apakan tindakan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan teknologi raksasa dunia merupakan taktik untuk menakut-nakuti.
Dilansir The Verge, Huawei juga telah mengembangkan alternatif in-house untuk Android dan Windows. Namun Microsoft belum mengomentari apakah pihaknya bakal terus menyediakan sistem operasi Windows untuk laptop Huawei.

Sebelumnya, Google secara terang-terangan berhenti memasok perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan teknis lainnya ke Huawei.

Kendati demikian, pengguna ponsel pintar Huawei yang didukung oleh Google dapat terus digunakan dan mengunduh pembaruan aplikasi yang disediakan oleh Google, seperti yang dikatakan Juru Bicara Google kepada Reuters.

Penangguhan yang dilakukan Google itu dapat membuat bisnis ponsel Huawei pincang karena pihaknya bakal segera kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Android. Ponsel pintar Huawei pun ke depannya juga bakal kehilangan akses ke layanan populer Google seperti Play Store, Gmail, dan Youtube.
Pemerintahan Trump telah memasukkan Huawei Technologies Co Ltd ke daftar hitam perdagangan. Mereka akan segera memberlakukan pembatasan yang akan membuat sulit bagi perusahaan untuk melakukan bisnis dengan rekan-rekan AS.

Hingga saat ini belum diketahui sejauh mana Huawei akan mengalami kerugian. Pakar chip mempertanyakan kemampuan Huawei untuk terus beroperasi tanpa bantuan AS. Rincian layanan spesifik yang terkena penangguhan itu masih dibahas secara internal di Google, menurut sumber Reuters.

Pengacara Huawei juga tengah mempelajari dampak dari daftar hitam itu.
(din/age)