"Huawei akan terus memberikan pembaruan keamanan dan layanan purna jual untuk semua produk smartphone dan tablet Huawei dan Honor yang ada yang mencakup yang telah dijual atau yang masih ada sebagai stok secara global," tulis Huawei dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (20/5).
Pernyataan ini dikeluarkan sebagai reaksi atas keputusan Google yang akan menghentikan dukungan layanan seperti Gmail, Google Maps, hingga Android.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, pernyataan itu tidak memberikan penjelasan bagaimana Huawei akan terus memberikan dukungan pembaruan keamanan pada perangkat Android mereka. Sebab, pembaruan keamanan biasanya dilakukan oleh Google.
Untuk menghindari hal ini, Google bisa saja membuat sistem operasinya sendiri. Tapi tentu langkah ini tak mudah. Samsung sempat akan membuat sistem operasi sendiri, Tizen. Namun, hingga saat ini, perusahaan Korsel itu tak kunjung merilis sistem operasi tersebut.
Mozilla pun sempat akan merilis sistem operasi alternatif di masa awal Android meledak di pasaran. Namun, tetap kalah populer dari Android. (eks/eks)