Mazda Indonesia Pelajari Lebih Detail Soal Perakitan Lokal

Febri Ardani, CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 23:56 WIB
Mazda Indonesia Pelajari Lebih Detail Soal Perakitan Lokal Logo Mazda. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Eurokars Motor Indonesia, importir dan distributor Mazda, mengungkap masih terus mempelajari tentang melakukan perakitan lokal. Memproduksi mobil di dalam negeri merupakan solusi atas keinginan pemerintah mengurangi impor kendaraan.

Sejak mengambil alih peran dari Mazda Motor Indonesia per 1 Februari 2017, penjualan mobil impor Mazda terekam meningkat. Pada 2018 EMI telah menjual 6 ribu unit dan pada tahun ini ditargetkan bisa laku 7 ribu unit.

Menurut Presiden Direktur EMI Roy Arman Arfandy pihaknya sedang melakukan studi internal lebih detail untuk perakitan lokal. Dia mengatakan masih banyak hitung-hitungan yang mesti dipelajari, seperti pasar mana yang mau dituju.


Roy menyadari salah satu pasar besar di dalam negeri adalah Low Cost Green Car (LCGC), namun dia menyadari Mazda tidak punya produk untuk bermain di sana. Selain itu dikatakan insentif pemerintah terkait lokalisasi produk berteknologi listrik juga sedang dipantau.

"Kita masih lihat dulu, ini kan harus hitung visibilitasnya, kita lagi bikin internal studi. Memang internal studi ini kita harus benar-benar detail karena kita secara volume kan kecil, investasi untuk membangun pabrik perakitan kan gede, jangan sampai saya salah hitung," ucap Roy di Jakarta, Senin (20/5).

"Makanya kami lagi koordinasi terus dengan prinsipal agar studi kita tidak salah langkah," kata Roy lagi.

Roy belum bisa memastikan kapan studi akan selesai dan bagaimana keputusan terkait perakitan lokal ditentukan. Sementara menunggu hal itu terealisasi EMI bakal memanfaatkan kuota impor yang diizinkan pemerintah. (fea)