Distribusi Mobil Terkendala Aksi 22 Mei

fea, CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 13:52 WIB
Distribusi Mobil Terkendala Aksi 22 Mei Ratusan mobil Toyota yang siap di ekspor berada di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara (5/9). (Foto): CNN Indonesia/Hesti Rika
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah perusahaan penjual mobil di Indonesia mengaku menyesuaikan diri terhadap aksi 22 Mei. Beberapa di antaranya mengatakan memutuskan akan berhenti mendistribusikan kendaraan bila dinilai situasi semakin tidak kondusif.

Kerusuhan terkait hasil pengumuman Pemilu 2019 tengah terjadi pada Rabu (22/5) di beberapa titik di Jakarta. Polda Metro Jaya sudah mengatur berbagai rekayasa lalu lintas termasuk pengalihan arus di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jalan Rasuna Said, dan Jalan Diponegoro.

Penjual mobil terbanyak di Indonesia, Toyota-Astra Motor (TAM), mengatakan menyiasati pengiriman unit ke dealer-dealer di lokasi sekitar demonstrasi.


"Kalau pengiriman antar stock yard masih berjalan sebagaimana biasanya. Hanya pengiriman ke dealer-dealer di sekitar area demo yang kita siasati, seperti Jalan Sudirman dan Wahid Hasyim," kata Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto kepada CNNIndonesia.com.

Produsen kendaraan terbesar di dalam negeri, Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan aktivitas pabrik tetap beroperasi. ADM diketahui memiliki dua lokasi pabrik di Indonesia, yakni di Sunter, Jakarta Utara dan Karawang, Jawa Barat.

Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra menuturkan pengiriman unit ke dealer dan konsumen untuk lokasi tertentu bisa disetop jika dinilai situasi semakin tidak kondusif.

"Untuk pengiriman daerah yang rawan rusuh di jalan-jalan ditutup ya tidak bisa delivery. Tapi daerah yg kondusif tetap," kata Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra.

Produsen sepeda motor terbesar di Indonesia, Astra Honda Motor (AHM), mengatakan, distribusi unit ke dealer dan konsumen berjalan aman.

"Bisnis berjalan seperti biasanya. Sejauh ini demikian," kata Deputy Head of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin.

Pihak SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) mengatakan pada Selasa (21/5) mempertimbangkan menghentikan sementara suplai kendaraan ke Jakarta bila dinilai situasi di Jakarta memanas.

Brand Manager Wuling Indonesia Dian Asmahani mengatakan pihaknya masih membaca situasi terkait potensi kericuhan.

"Belum tahu (suplai mau dihentikan) atau tidak. Nanti kami lihat kondisi seperti apa," kata Dian di Jakarta, Selasa (21/5). (fea)