"Itu baru rumor. Sebetulnya sih bukan effect dari sana juga sih mas, karena memang Huawei dan Honor juga memiliki user di China yang memang Google tidak dapat di gunakan di sana. Jadi sebetulnya pengembangan OS di sana juga berjalan," kata PR Manager Honor Indonesia Arya Permana saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/5)
"Siapa tahu dengan adanya ini bisa mendorong Huawei untuk membuat OS baru. Kemungkinan sedang dalam proses," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berhentinya OS Android di perangkat Huawei membuat pengguna Huawei akan kehilangan akses untuk menggunakan beberapa aplikasi besutan Google seperti Google Play Store, YouTube, hingga Gmail.
"Kecipratan iya, walaupun tidak terlalu berdampak besar karena memang bukan nama Honor yang dibawa. Soal penjualan sejauh ini belum berpengaruh," ujar Arya.
Keempat perusahaan mematuhi kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang melakukan pelarangan produk teknologi AS yang dipakai oleh Huawei.
Pemerintahan Trump telah memasukkan Huawei Technologies Co Ltd ke daftar hitam perdagangan. Mereka akan segera memberlakukan pembatasan yang akan membuat sulit bagi perusahaan untuk melakukan bisnis dengan rekan-rekan AS. (eks)