Huawei sebelumnya mengaku telah menyiapkan sistem operasi sendiri untuk menggantikan Android di perangkat smartphone dan Windows di laptop.
Kesulitan pertama, kata Neil, adalah Huawei perlu membuat sistem operasi dengan software yang senyaman Android dan berbagai aplikasi yang beragam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chipset ini menjadi dasar dari kecerdasan sebuah ponsel. Sistem operasi yang digunakan sangat bergantung pada arsitektur chipset. Jika ARM ikut memblokir Huawei, maka ini akan menjadi masalah bagi sistem operasi Huawei. Terutama jika sistem operasi itu dibuat berbasis pada arsitektur ARM.
Lihat juga:Jutaan Data Influencer Instagram Bocor |
"Saat ini Huawei masih berkomitmen (menggunakan) Microsoft Windows dan Google Android. Tapi kalau kami tak bisa menggunakan itu, Huawei mempersiapkan rencana alternatif untuk menggunakan sistem operasi kami sendiri," jelas Yu, seperti dikutip CNBC.
Namun, jika bisa memilih, Huawei tidak ingin menggunakan sistem operasi mereka sendiri. "Kami tidak mau melakukan hal ini tapi kami terpaksa melakukannya karena pemerintah AS," seperti dilansir Business Insider.
Ini berarti Huawei tak bisa lagi membeli lisensi sistem operasi Android dari Google. Namun belakangan, pemerintah AS memperbolehkan Huawei tetap menggunakan teknologi AS selama 90 hari ke depan.
Jika Huawei tidak diperbolehkan lagi menggunakan Android, maka hal ini akan menjadi masalah bagi para penggunanya. Sebab, mereka akan kesulitan untuk memasang aplikasi favorit dari Play Store.
[Gambas:Video CNN] (eks/arh)