Hinsa menilai bahwa perang siber yang tengah berlangsung merupakan pola untuk memecah belah sehingga terjadi konflik baru.
"Ini kan sudah tahun ketiga berdirinya BSSN dan sudah banyak tugas yang telah dilaksanakan khususnya selama ini mendukung program-program pemerintah maupun agenda-agenda nasional, termasuk dalam rangka pemilu," ujar Hinsar kepada awak media usai acara serah terima jabatan di kantor BSSN, Jakarta, Jumat (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BSSN Janji Segera Serahkan UU Keamanan Siber |
Maka dari itu, BSSN saat ini fokus terhadap dua hal yakni soal isu keamanan dan kesejahteraan. Menurut Hinsar, kesejahteraan itu dilihat dari sisi ekonomi yang terbukti banyak transaksi yang berlangsung berbasis digital.
Sebelumnya, Djoko telah menjabat sebagai Ketua BSSN sejak 3 Januari 2018 hingga 21 Mei 2019. Serah terima jabatan ini sebagai tindak lanjut dari pelantikan Kepala BSSN oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (21/5) lalu.
Pengangkatan dan pelantikan Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian sebagai Kepala BSSN ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 56/P/2019 tentang Pengangkatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara. (mik/mik)