Peraih Nobel Fisika Murray Gell-Mann Tutup Usia

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 10:05 WIB
Peraih Nobel Fisika Murray Gell-Mann Tutup Usia Peraih Novel fisika dan pencetus teori fisika partikel Murray Gell-Mann meninggal dunia di usia 89 tahun. (Foto: AFP PHOTO/JONATHAN NACKSTRAND)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peraih Nobel sekaligus fisikawan Murray Gell-Mann dikabarkan meninggal dunia di usia 89 tahun pada Senin (27/5). Kabar meninggalnya ahli fisika yang mencetuskan metode klasifikasi pertikel perama kali diungkap oleh California Institute of Technology.

Gell-Mann dianggap sebagai salah satu ahli fisikan paling penting di abad ke-20. Namanya dikenal setelah ia mencetuskan teori klasifikasi partikel subatomik - proton dan neutron - yang terdiri dari subunit berpasangan dan disebut quark di tahun 1960-an.

Serangkaian eksperimen kemudian menguji kebenaran teori yang dicetuskan oleh Gell-Mann, yang merupakan kelanjutan studi fisika Large Hadron Collider. Salah satunya adalah studi pembangunan perbatasan Prancis-Swiss yang memanfaatkan teori proton.


Gell-Mann mencetuskan teori yang menempatkan partikel ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan sejumlah karakteristik seperti muatan listrik dan putaran.

Pria kelahiran 15 September 1929 ini dianugerahi Hadiah Nobel Fisika di tahun 1969 atas inovasinya tersebut. Gell-Mann merupakan pengajar di Caltech di Pasadena, California dari tahun 1955 hingga pensiun di tahun 1993.

Hirosi Ooguri, seorang profesor di Caltech dan direktur Walter Burke Institute for theoritical Physics mengatakan jika Gell-Mann memberikan paradigma baru di ranah fisika partikel dengan temuannya.

"Dr Gell-Mann memiliki visi yang jelas dan wawasan mendalam untuk melihat serangkaian data yang berasal dari sejmlah eksperimen dan membuatnya menjadi masuk akal. Ia memberikan paradigma baru di ranah fisika partikel," ungkap Ooguri sesama rekan pengajar di Caltech seperti dilansir AFP.

[Gambas:Video CNN]
(AFP/evn)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA