Huawei yang kehilangan akses ke sistem operasi Android milik Google diprediksi bisa memengaruhi angka penjualan perangkat secara global. Absennya Android di perangkat Huawei diprediksi membuat konsumen berpaling ke merek lain.
Penurunan penjualan Huawei diprediksi bisa membuat konsumen berangsur-angsur meninggalkan merek asal China tersebut. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi Samsung untuk meningkatkan pangsa pasar bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Business Times, akibat kebijakan pembatasan kepada Huawei, perusahaan seperti Google, Intel, hingga Qualcomm menghentikan hubungan kerja dengan Huawei. Oleh karena itu, Fitch memprediksi Samsung bisa meningkatkan pangsa pasar di tengah kesulitan yang tengah menimpa Huawei.
"Samsung dapat memulihkan pangsa pasar terutama di wilayah seperti Eropa, Asia, Cina, dan Amerika Selatan di mana Huawei mencapai sebagian besar pertumbuhannya dalam kuartal terakhir," kata Fitch dalam keterangan resmi.
Huawei adalah satu-satunya perusahaan besar yang menunjukkan pertumbuhan, dengan lonjakan volume pengiriman ponsel pada Q1 hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama setahun silam.
Volume pengiriman global smartphone dalam tiga bulan pertama tahun ini turun 6,6 persen dari tahun lalu menjadi 311 juta unit.
Pangsa pasar pengiriman Huawei meningkat menjadi 19 persen pada Q1 2019, naik dari 12 persen pada Q1 2018, menutup kesenjangan dengan 23 persen pangsa Samsung.
Sementara itu, segmen handset Samsung menyusut pada kuartal pertama, dengan pendapatan menurun 6 persen dan laba operasi turun 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)