Aturan Main Gunakan Roof Box Mobil Saat Mudik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 10:20 WIB
Aturan Main Gunakan Roof Box Mobil Saat Mudik Ilustrasi roof box. (Foto: Istockphoto/kostsov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mudik menggunakan mobil pribadi bukan cuma perkara membawa penumpang, tetapi juga barang bawaan. Tidak jarang pemudik kewalahan mengatur ruang karena kabin sudah penuh penumpang, sementara itu masih banyak muatan yang hendak dibawa ke kampung halaman.

Salah satu solusi buat mengatasi itu yakni menambah ruang, yaitu memanfaatkan atap mobil. Namun, mengolah bagian lapang eksterior itu tidak bisa dilakukan sembarangan.

Dari penampakan mobil yang terlihat di jalanan antarkota saat momen mudik, ada beberapa cara yang biasa dilakukan pemudik membawa barang di atap. Di antaranya, mengikat barang dengan tali lalu ditutup terpal dan menggunakan aksesori seperti boks atap (roof box).


Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menjelaskan menambah beban di atap mobil sama saja dengan memindahkan pusat gravitasi ke area lebih tinggi atas. Bila hal itu dilakukan, maka titik keseimbangan mobil akan berbeda dari biasanya.

Pergeseran titik gravitasi itu mesti dipahami pengemudi agar pola mengemudi bisa menyesuaikan. Salah satu penyesuaian yakni mengurangi kecepatan mobil sekitar 10 km per jam dari batas normal.

"Misalnya ada tulisan batas kecepatan di rambu 60 km per jam, berarti 50 km per jam," kata Sony saat ditemui di Jakarta, Minggu (26/5).

Bila meletakkan barang di atap, walau sudah dirasa diikat kencang, tetap saja berisiko goyang karena pergerakan mobil sepanjang perjalanan. Agar menjaga keseimbangan setidaknya tidak terlalu banyak berubah, Sony bilang pemudik juga harus mengerti tata cara peletakan barang.

"Sebaiknya yang di atas ringan-ringan, bukan yang berat di atas karena ya tidak aman," katanya.

Roof Rack dan Roof Box

Buat yang merasa ingin lebih aman dan tidak repot saat bongkar muatan, roof box bisa jadi pilihan untuk menambah bagasi. Meski begitu, memakai roof box juga tidak bisa asal-asalan.

Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli roof box. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari situs resmi Daihatsu Indonesia.

Sebelum membeli roof box, tentunya butuh roof rack. Roof rack adalah rangka penyangga yang ditempelkan di atap mobil sebagai fondasi roof box, biasanya material yang digunakan adalah baja atau alumunium.

Masing-masing material tersebut memiliki keunggulan tersendiri. Baja lebih kuat namun berat, hal ini bakal mempengaruhi kondisi atap mobil. Bila roof rack baja dipasang pada mobil yang tidak cukup kuat bisa berbahaya.

Roof rack aluminium lebih ringan ketimbang baja, tetapi jenis ini tidak dianjurkan untuk menahan barang yang terlalu berat. Jadi sesuaikan barang yang ingin dibawa dengan jenis roof rack.

Setelah pilihan roof rack selesai, maka selanjutnya pilih ukuran roof box. Ukuran roof box bermacam-macam dan sebaiknya yang memang didesain sesuai ukuran mobil.

Perhatikan Bentuk Roof Box

Satu hal yang perlu diingat, pemasangan roof box tidak tepat akan mengurangi aspek aerodinamika. Keberadaan perkakas itu sedikit-banyak mengubah alur angin dan memiliki efek resistensi pada arah laju mobil.

Maka pastikan roof box yang dipilih memiliki bentuk mendukung aerodinamika, disarankan memilih yang bentuk depannya meruncing. Perlu diketahui aerodinamika menyumbang lima persen terhadap keiritan bahan bakar.

Mudah Digunakan

Memilih roof box jangan yang sukar penggunaannya. Pilihlah roof box yang tidak terlalu rumit untuk dibuka biar memudahkan bongkar muatan. Selain itu sesuaikan juga dengan budget.

Maksimal Setengah Panjang Mobil

Setiap mobil punya kekuatan pilar yang berbeda-beda. Maksimal ukuran roof box yang dianjurkan setengah dari panjang bodi mobil.

Hal lain yang harus diperhatikan yakni pada saat pemasangan. Roof rack dan roof box merupakan bagian mobil yang akan jarang ditengok selama perjalanan, sebab itu pastikan semuanya aman biar tidak merepotkan atau membahayakan. (ryh/fea)