Pelan dan kencang merupakan hal yang relatif, tergantung mobil. Biar pemahamannya seragam, pelan diasumsikan tidak lebih dari 40 km per jam sedangkan kencang di atas 80 km per jam.
Menurut penjelasan Riecky Patrayudha, Service Dept. Head 4W, 2W & Marine Suzuki Indomobil Sales, keiritan bahan bakar tidak selalu dipengaruhi kecepatan tinggi. Dia memaparkan yang membentuk efisiensi adalah kombinasi torsi dan horsepower pada titik optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya di Ertiga kan kurang lebih 100 hp, itu kalau 160 km per jam kemampuannya cuma jadi 12 km per liter kalau lihat di MID (multi information display). Tapi kalau 100 km per jam itu bisa 16 - 18 km per liter," ujar Riecky, Selasa (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak semua irit itu pelan dan tidak semua kencang itu boros," kata Riecky.
Riecky menuturkan panduan mudah biar menjaga mobil tetap irit, yakni berusaha mengemudi dengan putaran mesin di bawah 3.000 rpm. Menurut dia saat berada di posisi gigi tertinggi dan tetap di bawah 3.000 rpm tingkat keiritan sudah optimal. (fea)