Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, menjelaskan sopir mudik mesti istirahat setiap selesai mengemudi selama 90 - 120 menit. Istirahat harus dilakukan, kata Jusri, meski tubuh belum menunjukkan keletihan atau mengantuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada periode kedua mengemudi 90 - 120 menit, istirahat yang dilakukan adalah tidur. Tidur ini disebut Jusri sebagai 'power nap' atau tidur berkualitas yang bisa dilakukan selama 30 menit - 1 jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stamina dibutuhkan agar sopir tetap pada kondisi prima untuk menjaga kondisi mengemudi tetap aman dan nyaman. Keletihan merupakan salah satu faktor pengganggu yang bisa berdampak negatif respons dan proses pengambilan keputusan sopir selama perjalanan.
Dipahami pengguna mobil yang mudik di jalur Pulau Jawa sebagian besar bakal memanfaatkan akses baru Tol Trans Jawa. Jusri mengimbau buat para sopir jangan beristirahat di pinggir jalan tol saat mudik sebab lokasi bahu jalan tol dianggap berbahaya untuk menepi. (fea)