Rute Tersibuk Selama Ramadan dan Mudik Lebaran

ray, CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 17:32 WIB
Rute Tersibuk Selama Ramadan dan Mudik Lebaran Kemacetan terjadi di Ibu Kota Jakarta menjelang waktu berbuka puasa. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aplikasi peta digital Waze mencatat lalu lintas meningkat signifikan selama Ramadan jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya. Data Waze yang dihimpun dari 4 juta pengguna aktif menyebutkan bahwa waktu bepergian naik hingga 44 persen.

Sementara itu jarak tempuh seseorang yang biasanya menghabiskan waktu di jalan dengan jarak tempuh 29 km per hari, diprediksi meningkat hingga 98 persen.

Jam sibuk biasanya berlangsung antara pukul 18.00 WIB dan 20.00 WIB di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Surabaya, Medan, Bandung, dan lainnya.


Lalu lintas padat muncul pada pukul 17.00 WIB ketika orang mulai meninggalkan rumah atau kantor menuju rumah atau bertolak ke suatu tempat untuk buka puasa bersama. Jalan mulai terpantau sepi sebelum pukul 12.00 WIB dan setelah pukul 21.00 WIB.

"Kebiasaan di sini adalah orang-orang akan bergegas pulang ke rumah atau ke tempat makan selama waktu sibuk supaya bisa hadir tepat waktu, baik dengan keluarga atau teman," kata Marlin R. Siahaan, Waze Indonesia Country Manager melalui keterangan tertulisnya, Jumat (31/5).

"Mereka cenderung mencari rute alternatif menghindari kemacetan. Hal ini menjelaskan mengapa kami memiliki banyak Wazer (pengguna Waze) baru selama Ramadan," sambung Marlin.

Selama Ramadan tahun lalu yang menjadi tiga destinasi utama adalah toko serba ada yang menarik 4.1 juta navigasi, restoran dan outlet makanan siap saji dengan 1.5 juta navigasi, dan warung kopi dengan 391 ribu navigasi.

Toko serba ada menjadi tujuan terbanyak, menurut Marlin karena orang biasanya membeli makanan ringan atau minuman untuk berbuka puasa saat mereka berada di jalan. Restoran siap saji dan warung kopi juga menjadi destinasi populer karena mudah ditemui.

Di sisi lain, mendekati lebaran atau masa mudik lebaran diprediksi akan menjadi waktu tersibuk untuk stasiun pengisian bahan bakar umum.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, navigasi pada aplikasi Waze umumnya meningkat selama Idul Fitri, di mana orang-orang mengambil manfaat pergi mudik atau berkendara ke tujuan wisata," ucapnya.

Catatan Waze, pada 2018, terjadi 87 persen navigasi di Medan, 62 persen di Semarang, 42 persen di Surabaya, 34 persen di Bandung, dan 20 persen di Jakarta.

Angka tertinggi muncul di Medan diakibatkan oleh kurangnya infrastruktur transportasi umum di kota tersebut. Sebaliknya, kilometer berkendara tertinggi pengguna Waze terjadi di Semarang 148 persen, Surabaya 95 persen, Bandung 53 persen, Medan 48 persen, dan Jakarta 25 persen, (ryh/mik)