Merger Renault dan Fiat Chrysler Dapat 'Restu' dari Prancis

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 16:22 WIB
Merger Renault dan Fiat Chrysler Dapat 'Restu' dari Prancis Logo Renault. (Foto: REUTERS/Vincent Kessler)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen otomotif besar dari Prancis, Renault, menanggapi serius proposal Fiat Chrysler Automobiles soal merger. Direksi Renault dikabarkan bakal memulai diskusi internal terkait upaya mendirikan poros baru industri otomotif global itu pada Selasa (4/6).

Pekan lalu Fiat Chrysler mengajukan proposal '50:50' dengan Renault yang kemudian terlihat diberikan lampu hijau dari pemerintahan Prancis. Seperti diketahui Prancis memiliki 15 persen saham Renault.

Meski bernada setuju, le Maire mengajukan empat syarat bila merger terjadi, termasuk tidak ada satupun pabrik di Prancis yang akan ditutup.


Menteri Keuangan Prancis Bruno le Maire mengatakan merger itu bisa jadi 'kesempatan nyata buat industri otomotif Prancis'. Renault saat ini memiliki aliansi bersama Nissan dan Mitsubishi sedangkan Fiat Chrysler merupakan grup otomotif yang menaungi merek Alfa Romeo, Jeep, Maserati, Dacia, dan Lada.

Pembicaraan awal antara Renault dan Fiat Chrysler sudah dilakukan pada pekan lalu. Para direktur Renault direncanakan bakal membahas sodoran merger dan mengambil keputusan pada Selasa.

Bila Renault dan Fiat Chrysler disatukan, dua entitas ini bakal memproduksi 8,7 juta unit kendaraan per tahun dengan nilai pasar diperkirakan mencapai US$40 miliar.

Kapasitas itu, bila ditambah aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, maka bisa menjadikannya grup otomotif terbesar di dunia yang sanggup menjual 15 juta unit kendaraan per tahun, di atas Volkswagen dan Toyota yang masing-masing berkisar menjual 10,6 juta unit.


Sinergi ini dipercaya menguntungkan kedua belah pihak. Fiat Chrysler yang kuat di Amerika Serikat kemungkinan bisa dimanfaatkan oleh Renault. Sedangkan buat Fiat Chrysler dapat benefit dari kemajuan teknologi mobil listrik dari pihak Renault. (fea)